6 Mei 2021

Abaikan Prokes, 4 Pegawai PSTW Budi Sejahtera Kalsel Positif COVID-19

2 min read

Kepala Panti Sosial Tresna Wedha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel, Surya Fujiannorrochim, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/2) siang.

BANJARBARU – Kepala Panti Sosial Tresna Wedha (PSTW) Budi Sejahtera Kalimantan Selatan, Surya Fujiannorrochim menyebutkan, sebanyak 96 orang yang mengikuti swab test (usap) di lingkup instansinya, 5 diantaranya dinyatakan positif tertular COVID-19.

“Jadi yang terpapar itu memang ada 5 orang. Hal tersebut, diakibatkan karena adanya kelalaian protokol kesehatan (prokes) dari petugas kami. Namun, terjangkitnya itu diluar dari lingkungan PSTW Budi Sejahtera Kalsel,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (10/2) siang.

Bahkan, dari 5 orang yang terpapar itu, merupakan 4 pegawai di PSTW Budi Sejahtera Kalsel dan 1 orangnya lagi berasal dari kalangan lanjut usia (lansia).

“Petugas kami ada 1 orang, 3 perawat dan sisanya adalah 1 dari lansia. Kemungkinan bisa dari pergaulan baik rumah tangga atau lingkungan sekitarnya yang diduga menjadi penyebab timbulnya wabah COVID-19 dan akhirnya berdampak ke rekan kerja dan lansia,” beber Kepala PSTW Budi Sejahtera Kalsel, Surya Fujiannorrochim, di ruang kerjanya.

Indikasi adanya kasus penyebaran itu, lanjut Surya, bahwa salah satu pegawainya sempat melakukan kontak erat dengan 3 orang lainnya termasuk 1 lansia tersebut dengan tidak mentaati protokol kesehatan.

“Kelalain tersebut, yang bersangkutan telah melakukan kontak fisik selain ke 3 orang lainnya bahkan berani tidak menggunakan masker ke salah satu lansia sehingga akhirnya terpapar,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan dalam melakukan pengawasan secara intensif kepada 5 orang yang telah terjangkit virus asal Wuhan itu.

“Mereka dikarantina secara mandiri, dan terus dipantau oleh tim Satgas COVID-19 termasuk lansia yang kini juga ikut melaksanakan karantina khusus di tempat kami yakni rumah dinas kepala pangasuh tak terpakai,” paparnya.

Dirinya mengungkapkan, 4 orang pegawainya dan termasuk 1 lansia yang kini masih melaksanakan karantina mandiri sudah menjalani masa inkubasi selama 10 hari. Namun, untuk swab test selanjutnya akan dilakukan pada Sabtu (13/2) mendatang.

“Rencananya Sabtu ini akan melakukan swab test lagi, karena menurut informasi kondisi mereka sudah mulai pulih,” katanya.

Sebelumnya, Ia menjelaskan, bahwa indikasi terpaparnya salah satu pegawainya itu berawal dari gejala tidak enak badan. Akan tetapi, sebaliknya lansia yang terjangkit COVID-19 malah tidak mengalami gejala serupa bahkan terlihat sangat sehat.

“Untuk 4 orang memang mengalami gejala tidak enak badan. Tetapi, lansia tidak ada gejala sakit, demam dan batuk malah sehat. Agar tidak menimbulkam kecurigaan, maka kami gelar swab test beberapa waktu lalu dan setelah mengetahui hasilnya dari 96 orang, 5 positif termasuk lansia tadi,” tuturnya.

Selain berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kalsel, dirinya menyebut dalam hal ini juga dibantu langsung oleh Puskesmas Landasan Ulin untuk melaksanakan swab test kepada 5 orang tersebut.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas Landasan Ulin, tuk selanjutkan melakukan swab test,” ujarnya lagi.

Melihat kondisi rentannya terhadap COVID-19, Surya mengharapkan agar Pemprov Kalsel bisa menyediakan 180 vaksin khusus untuk PSTW Budi Sejahtera Kalimantan Selatan.

“Kami berharap sekali adanya program vaksinasi ke PSTW Budi Sejahtera Kalsel, mengingat para lansia juga rentan terhadap COVID-19, dan kami telah mengajukan itu ke Dinkes Kalsel. Semoga bisa direalisasikan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.