6 Mei 2021

Nilai Ekspor dan Impor Kalsel Meningkat

2 min read

Kepala BPS Kalsel Moh Edy Mahmud saat memberikan paparan

BANJARBARU – Nilai Ekspor dan Impor Kalimantan Selatan mengalami kenaikan. Hal ini diketahui melalui rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel tentang nilai ekspor dan impor selama Desember 2020. Dalam rilis itu diketahui, nilai impor Kalsel naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal serupa juga terjadi pada nilai ekspor, meskipun tidak setajam nilai impor.

Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai impor Kalsel pada Desember 2020 mencapai USD 52,31 juta. Naik 85,35 persen dibandingkan November 2020 yang hanya USD 28,22 juta. Sedangkan, nilai ekspor naik sebesar 9,24 persen. Dari USD509,72 juta menjadi USD556,81 juta.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada bulan Desember. Yakni, bahan bakar mineral sebesar USD41,11 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik, USD5,98 juta dan kelompok kapal laut sebesar USD3,30 juta.

“Kontribusi dari masing-masing tiga kelompok ini kalau diurut adalah 78,59 persen, 11,44 persen dan 6,31 persen dari total impor Desember 2020,” jelasnya awal Februari tadi.

Mengenai impor menurut negara asal, dia merincikan, tertinggi berasal dari Malaysia yang mencapai USD35,75 juta. Diikuti Singapura, USD11,71,59 juta dan Tiongkok, USD1,81 juta. “Impor dari Malaysia naik hingga 114,74 persen dibanding November 2020 yang hanya USD 16,65 juta,” rincinya.

Dengan nilai sebesar itu, dijelaskan Edy kontribusi impor Malaysia pada Desember 2020 mencapai 68,33 persen dari total impor Kalsel.

“Sedangkan impor dari Singapura dan Tiongkok berkontribusi masing-masing 22,39 persen dan 3,46 persen,” beber Edy.

Sementara untuk nilai ekspor Kalsel, Edy Mahmud menuturkan,  kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor, yakni bahan bakar mineral kembali mengalami kenaikan.

“Kelompok ini nilai ekspornya naik 8,45 persen. Yakni, dari USD332,39 juta di bulan November menjadi USD363,47 juta pada bulan Desember,” jelasnya.

Dia menyampaikan, kelompok bahan bakar mineral cukup memengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar. Yaitu, 65,28 persen.

“Diurutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan/nabati yang menyumbangkan ekspor USD139,92 juta. Kontribusinya 25,13 persen,” ucapnya.

Terkait negara tujuan ekspor, Edy mengungkapkan pada periode Desember barang-barang dari Kalsel paling banyak diekspor ke Tiongkok dengan nilai USD226,20 juta.

“Nilai ekspor ke Tiongkok ini mengalami kenaikan hingga 37,65 persen dibandingkan November 2020,” ungkapnya.

Selain Tiongkok, dia menyampaikan, ekspor Kalsel ke India pada Desember juga lumayan tinggi yakni sebesar USD109,28 juta.

“Malaysia berada di urutan ke tiga dengan nilai ekspor sebesar USD39,94 juta,” ucapnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.