NewsProvinsi Kalsel

Buntut Kematian 10 Penambang di Tanbu, Polda Kalsel Tetapkan 4 Tersangka

BANJARMASIN – Kasus dugaan pertambangan bawah tanah tanpa izin di kawasan pit tambang batubara PT CAS di Desa Mentawakan Mulya, Kecamatan Mentewe, kabupaten Tanah Bumbu,  berbuntut dengan ditetapkannya 4 karyawan PT CAS sebagai tersangka. Empat tersangka atas kasus longsornya pit tambang yang menewaskan 10 pekerja tambang, adalah AR selaku kepala teknik tambang, JS selaku manajer operasional, US selaku pengawas tambang dan S selaku wakil pengawas tambang.

Keempat tersangka (duduk bersebelahan oranye) kasus dugaan pertambangan bawah tanah ilegal

Dalam konferensi pers di mapolda Kalsel pada Senin sore (8/2), Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikhwanto mengatakan,  keempatnya ditetapkan sebagai tersangka,  setelah dilakukan pemeriksaan, dan ditemukan adanya indikasi kelalaian, yang menyebabkan insiden longsornya dinding terowongan galian bawah tanah tersebut.

“Dari kejadian kita telusuri ada kelalaian dari pemilik pit tambang bawah tanah tersebut yaitu PT CAS. Dimana mereka membiarkan, paham, tahu dan bahkan dalam tanda petik, di bawah tangan membolehkan mereka menambang di situ,  tanpa memperhatikan unsur keamanan dan keselamatan,” jelas Kapolda seraya mengatakan penetapan tersangka ini juga didasarkan pada pemeriksaan terhadap 24 saksi termasuk saksi ahli.

Kapolda juga menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, diketahui terowongan galian bawah tanah tersebut berada di pit bekas tambang PT CAS, dan menjalar hingga ke bawah danau bekas lubang galian tambang konsesi PKP2B milik perusahaan tambang lain. Karena dinding terowongan mendekati bagian danau yang sudah rentan, dinding danau akhirnya bocor,  dan air otomatis merembes masuk ke terowongan bawah tanah, hingga menyebabkan longsor, pada Minggu 24 Januari lalu.

Dua belas penambang berhasil meloloskan diri dengan cara menuju lubang sumber air datang, Sedangkan 10 penambang lainnya lari ke arah sebaliknya dan terjebak, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia, setelah satu pekan evakuasi dilakukan tim gabungan.

“Empat orang tersangka ini akan diperkarakan dan dilanjutkan ke penyidikan. Insya Allah kami yakinkan bisa sampai ke pengadilan,” tegas Kapolda.

Para tersangka ini dijerat dengan pasal 158 Undang-Undang (UU) Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 tahun 2009,  tentang pertambangan minerba, karena kelalainnya menyebabkan orang lain meninggal dunia, sebagaimana dimaksud dalam pasal 359 KUHP.

Saat konferensi pers dilaksanakan  di mapolda Kalsel, selain mendatangkan 4 tersangka, sejumlah barang bukti juga diperlihatkan kepada media. Diantaranya 14 gancu, 2 sekop, 1 karung berisi batubara, 1 buku catatan aktivitas, 1 buku catatan produksi, dan 5 rangkap surat kirim batubara milik PT CAS. (RIW/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat