17 Mei 2021

Pemprov Kalsel Bersama Poltekkes Banjarmasin Siapkan Alat Pengolahan Air Bersih Untuk Korban Banjir

2 min read

BANJARBARU – Dengan adanya musibah banjir yang melanda 11 kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Selatan, juga berdampak dengan kurangnya pasokan air bersih bagi para warga yang terdampak. Hal inilah yang membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) provinsi Kalsel, bersama BPBD Provinsi Kalsel, dan Poltekkes Banjarmasin, bersama-sama membuat alat yang dapat mengeluarkan air bersih untuk keperluan warga.

Kepala Balitbangda Provinsi Kalsel Muhammad Amin menyampaikan, terkait dengan adanya musibah banjir, yang melanda 11 Kabupaten Kota di Kalsel. Salah satu yang menjadi permasalahan banjir selain kurangnya sembako, yakni kurangnya pasokan air bersih untuk konsumsi sehari-hari, pihaknya menginginkan adanya penyediaaan air bersih yang bersifat permanen.

“Untuk itu kami Balitbangda Provinsi Kalsel, bersama Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, BPBD Provinsi Kalsel, Diskominfo Provinsi Kalsel, serta Poltekkes Banjarmasin, merencanakan akan membuat satu teknologi pengolahan air bersih.yang akan ditempatkan di Daerah-Daerah terdampak Banjir ataupun pengungsian,” ungkap Amin kepada Abdi Persada FM, Rabu (3/2), di Aula Kantor Balitbangda Provinsi Kalsel.

Amin melanjutkan, dengan adanya alat pengolahan air bersih, pihaknya mengharapkan air bersih untuk keperluan mandi, makan, minum, dan keperluan lainnya dapat terjamin.

“Pengolahan alat ini awalnya dari Poltekkes Banjarmasin, namun setelah itu masyarakat diharapkan dapat membuat ataupun memperbanyak sendiri alat pengolahan air bersih ini, karena pengolahan alat ini teknologi nya sangat sederhana,” ungkapnya.

Untuk pembuatan alat pengolahan air bersih, pihaknya akan kembali mensosialisasikan kepada Masyarakat terkait tata cara membuat hingga menggunakannya.

“Ya, nanti dari Poltekkes Banjarmasin akan mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat disetiap daerah, dan kita sosialisasikan cara pemanfaatannya, sehingga bisa kami lepas,” tutup Amin.

Sementara itu, Ketua Kordinator tim relawan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Banjarmasin Juanda Zuraini menyampaikan, alat pengolahan air bersih bagi warga terdampak banjir, nantinya bisa diperbanyak sendiri oleh masyarakat. Dikarenakan pengolahan alat ini dikategorikan mudah, sehingga dapat sangat berguna bagi masyarakat kedepannya.

“Kami siap untuk mengikuti pada saat pendistribusiannya, kami akan berkerjasama dengan Ahli Kesehatan Lingkungan, dan Dinas Kesehatan setempat, karena pada Dinas Kesehatan terdapat tenaga sanitarian yang bisa diberdayakan,” ungkap Juanda.

Juanda menambahkan, pihaknya akan memberikan nomor kontak tim, kepada tempat-tempat yang sudah dilaksanakan sosialisasi, sehingga para masyarakat dapat berkontak langsung dengan tim, terkait kendala pengoperasian alat pengolahan air bersih.

“Kami siap melakukan supervisi berkelanjutan untuk membantu masyarakat,” ungkap Juanda.

Saat ditanya terkait bahan baku pembuatan alat pengolahan air bersih, Juanda menyampaikan, bahwa ada 3 alternatif dalam pembuatan alat ini, yakni dengan drum yang terbuat dari Steinless, bahan plastik, maupun dari tandon, yang dapat menampumg air.

“Yang ukuran 600 dan ukuran 300 Liter. Besar ukuran dan bahan pembuatan alat inilah yang membuat adanya perbedaan harga. Untuk alat yang paling murah kisaran harganya bisa mencapai sekitar Rp4,6 juta,” tutup Juanda. (MRF/RDM/EPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.