17 Mei 2021

Pemkab HST : Hantakan dan Kawasan Lainnya Harus Siap Direlokasi

2 min read

Bangunan rumah yang roboh akibat diterjang banjir, di kabupaten HST.

HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) telah mengetahui tentang rencana relokasi lahan baru bagi warga terdampak banjir. Terlebih, yang ada di kawasan permukiman di Kecamatan Hantakan dan sekitarnya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Hulu Sungai Tengah, Farid Fakhmansyah mengatakan, melalui hasil musyawarah bersama dengan sejumlah stakeholder di pemerintahan khusus di tingkat kabupaten bahwa masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai harus bersedia direlokasi ke tempat aman dan tidak rawan bencana banjir.

Pj Sekdakab HST, Farid Fakhmansyah (tengah) saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, saat berada di posko induk di stadiun Murakata Barabai.

“Kami sudah melakukan rapat dengan pihak camat, Dinas PUPR, Dinas Permukiman, BPBD, Dinas Kesehatan dan sejumlah assisten. Maka, kami akan mencoba mengkomunikasikan hal tersebut kepada masyarakat untuk tidak tinggal lagi di daerah yang rawan  jalur banjir,” paparnya, melalui sambungan telepon kepada Abdi Persada FM, Kamis (28/1) siang.

Ia mengungkapkan, meski bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan disalurkan ke masyarakat. Ditegaskannya pula, tidak ada lagi bangunan baru yang berdiri di atas lokasi lahan bekas terdampak bencana banjir.

“Bantuan dari BNPB dari alokasi anggaran sebesar Rp50 juta untuk rusak parah, Rp25 juta rusak sedang dan ringan Rp10 juta itu akan kami himbau apabila seandainya dibangun ulang diharapkan tidak didaerah rawan bencana banjir itu,” ungkapnya.

Farid menuturkan, baik desa maupun masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran sungai diimbau juga secara sukarela bersedia pindah ke lokasi tempat yang lebih aman dan jauh dari bencana banjir.

“Sehingga apabila ada cuaca yang sangat ekstrim maka itu akan berdampak lebih. Makanya untuk meminimalisir itu, diharapkan supaya masyarakat mau berpindah ke tempat yang kami anggap lebih aman,” imbaunya.

Bahkan untuk memaksimalkan langkah tersebut, dikatannya lagi, Pemkab HST kembali memperpanjang masa status tanggap darurat banjir di wilayahnya. Sehingga, diharapkan bisa lebih memudahkan lagi dalam mensosialisasikan ke masyarakat tentang dampak banjir yang kini masih merendam di sejumlah kawasan lainnya di bumi Murakata.

“Dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimda, seluruh SKPD dilingkup Pemkab HST dan kecamatan bahwa memutuskan pada 28 Januari 2021 statusnya kembali diperpanjang sampai 3 Februari 2021 dengan dasar meski di Kecamatan Barabai, Hantakan dan Batu Benawa sudah mengering namun didaerah seperti Pandawan hingga Labuan Amas Utara yang berbatasan langsung dengan HSU itu masih ada yang terdampak banjir,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.