10 Mei 2021

Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 7 Hari Kedepan

2 min read

Update data bencana banjir di Kalsel

Pertamina Jamin Pasokan BBM ke Kalsel Aman

BANJARMASIN – Dua pekan sudah, terhitung sejak 14 Januari 2021 hingga hari ini Rabu (27/2), provinsi Kalimantan Selatan memberlakukan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Namun hingga hari terakhir masa pemberlakukan tanggap darurat pada hari ini, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, masih terendam banjir. Akibatnya, sebanyak 65.251 jiwa masih harus mengungsi, karena banjir masih merendam tempat tinggal mereka. Melihat kondisi ini, dan kebijakan kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tanah Laut (Tala) memperpanjang status tanggap darurat mereka, maka pemerintah provinsi pun memperpanjang status tanggap darurat bencana, hingga 7 hari kedepan, terhitung mulai 28 Januari 2021.

“Kita perpanjang hingga 7 hari kedepan dulu. Apabila dalam 7 hari kedepan, kondisi banjir sudah surut dan masyarakat sudah dapat kembali ke rumahnya masing-masing dan beraktivitas seperti biasa, maka status tanggap darurat akan kita cabut. Namun apabila kondisinya masih sama dengan saat ini, maka status tanggap darurat akan kita perpanjang kembali,” jelas plt kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Mujiyat, dalam pemaparannya saat rapat koordinasi penanganan banjir secara virtual, pada Selasa sore (26/1).

Sementara itu, terkait status tanggap darurat ini, maka PT Pertamina menjamin pasokan BBM ke seluruh wilayah Kalimantan Selatan aman, termasuk ke wilayah Banua Enam dan pesisir Kalsel, yang kondisi jembatan serta jalannya mengalami kerusakan akibat banjir.

“Hanya saja untuk wilayah Banua Enam, kami masih terkendala putusnya jembatan Mataraman dan rusaknya jalan Gubernur Syarkawi. Kita terpaksa harus memakai tongkang, untuk menyeberangkan mobil angkutan BBM ke wilayah Banua Enam. Pola distribusi ini, menyebabkan waktu tempuh yang biasanya hanya mencapai 10 jam untuk wilayah terjauh, yakni kota Tanjung, bertambah menjadi 16 hingga 17 jam. Kami harap masyarakat dapat memakluminya, namun kami pastikan, pasokan BBM tetap aman. Bahkan, kami memberikan kredit cicilan kepada SPBU selama masa tanggap darurat ini. Sehingga SPBU tetap mendapat jatah BBM, meski belum menyetor uang pembelian. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh SPBU di Kalsel, selama masa tanggap darurat,” urai sales manager PT Pertamina Kalselteng Drestanto Nandiwardhana, juga dalam rapat koordinasi penanganan banjir secara virtual pada Selasa sore (26/1).

Berdasarkan update data bencana banjir Kalsel hingga Rabu pagi (27/1), sebanyak 90.885 rumah terendam banjir di 10 kabupaten/kota. Sebanyak 24 orang meninggal dunia, dan 3 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, 202 unit jembatan mengalami kerusakan akibat banjir, termasuk jembatan Sungai Salim di Mataraman kabupaten Banjar, yang menjadi jalur utama penghubung ibukota provinsi Banjarmasin, dengan kawasan Banua Enam. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.