7 Mei 2021

167 Sekolah di HST Rusak Parah Akibat Banjir

2 min read

Kondisi bangunan rusak di Sekolah Dasar (SD) di Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

HULU SUNGAI TENGAH – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Hulu Sungai Tengah, Farid Fakhmansyah menyatakan tercatat sementara ada 167 sekolah di 11 kecamatan mengalami dampak banjir terparah di 2021.

“Dari 11 kecamatan di HST, 10 diantaranya terdampak banjir. Dari data sementara pada 26 Januari 2021 untuk KK ada 29 ribu dengan jumlah jiwa 87 ribu, hilang 3 jiwa dan meninggal 7 jiwa. Namun, untuk bangunan serta sarana prasarana yang terdampak selain tempat ibadah dan fasilitas umum (fasum), ternyata 167 sekolah  mengalami kerusakan,” paparnya, melaui sambungan telepon, Rabu (27/1) siang.

Terkait hal tersebut, Farid menyebutkan, satuan pendidikan atau sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah dan memprihatinkan terdapat di 3 kecamatan dari 10 daerah terdampak banjir meliputi Barabai, Batu Benawa dan Hantakan.

“Yang cukup parah itu ada di Barabai, Batu Benawa dan Hantakan. Meski di daerah lain juga terdampak,” ucapnya.

Ia menjabarkan selain memporak-porandakan sejumlah bangunan rumah warga hingga menyisakan beberapa puing saja, kerusakan yang telah dialami di tiga kecamatan tersebut ternyata tidak luput dari sarana prasarana dan fasilitas penunjang lainnya dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar dilingkungan sekolah terdampak banjir.

“Jadi 167 sekolah, fasilitas yang rusak yaitu komputer, meja dan kursi belajar siswa mencapai ratusan lebih. Bahkan pagar serta pintu sekolah pun roboh akibat banjir,” ungkapnya.

Farid mengungkapkan selaku bagian dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Terlebih dahulu, pihaknya akan mendata kembali jumlah fasilitas lainnya apa saja yang terdampak akibat terjangan banjir terparah di tahun ini.

“Selain sekolah, kami masih melakukan pendataan lagi dan bahkan Pemkab HST juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta provinsi Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain 167 sekolah di Kabupaten HST yang terendam banjir, 126 tempat ibadah hingga kini mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, berimbas pula pada fasilitas umum (fasum) baik di tingkat wilayah perkotaan, kecamatan hingga desa. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.