6 Mei 2021

Pemprov Kalsel Diminta Amankan Jalur Distribusi Sembako dan BBM ke Hulu Sungai

2 min read

Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diminta memastikan pengamanan jalur distribusi sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke daerah Hulu Sungai. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Firman Yusi, kepada wartawan, usai kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terkait pengawasan penanganan bencana di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan, Senin (25/1). Sebab, menurutnya saat ini masyarakat daerah Hulu Sungai mulai merasakan sulitnya memperoleh sembako dan BBM akibat terganggunya distribusi kedua bahan pokok tersebut.

“Saat ini mulai terjadi kelangkaan sejumlah bahan pokok seperti telur dan bahkan beras, demikian pula dengan BBM, buktinya harga telur dan BBM di tingkat eceran, khususnya BBM di luar SPBU mulai terjadi kenaikan,” katanya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan ini berharap, Pemprov segera turun tangan mengatur dan menjamin proses distribusi yang terganggu sebagai dampak dari banjir besar yang melanda sebelas kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan ini.

“Terendamnya sejumlah ruas jalan trans Kalimantan saat puncak banjir sekitar 14 hingga 18 Januari 2021 lalu, ditambah putusnya jembatan di Mataraman, Kabupaten Banjar dan Kapuh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah cukup mengganggu distribusi bahan pokok dan BBM yang biasanya disuplai dari Banjarmasin,” jelasnya.

Untuk menjamin kelancaran distribusi, Politisi PKS ini menyarankan agar akses alternatif yang digunakan untuk menghindari jembatan putus di Mataraman dan Kapuh tersebut dapat digunakan untuk distribusi sembako dan BBM pada jam tertentu dengan bantuan pengawalan dari aparat terkait. 

“Jadi untuk menjamin kelancaran distribusi BBM dan sembako, jalan alternatif mulai Simpang Tiga Haji Duan yang tembus ke Danau Salak dan dari Simpang Empat Barikin, melalui Jalan Teluk Mesjid kembali ke Jalan A Yani pada jam tertentu dikhususkan bagi sembako dan BBM dengan bantuan pengawalan khusus dari aparat,” tambahnya.

Kelangkaan BBM dan pasokan sembako ini juga mempengaruhi kecepatan penanggulangan bencana di HST, yang menurut Firman menjadi daerah dengan dampak banjir bandang terberat dalam bencana kali ini. 

“Pergerakan tim penanggulangan bencana, baik pemerintah maupun relawan akan sangat dipengaruhi ketersediaan BBM dan sembako di hulu sungai. Pengamatan kami di lapangan, pembelian sembako secara besar-besaran oleh donatur dan relawan untuk disumbangkan ke korban bencana menjadi alasan utama kelangkaan bahan pokok ini, disamping terganggunya distribusi. Informasi kawan-kawan dari berbagai komunitas yang memberikan bantuan, mereka mulai kesulitan mendapatkan pasokan beras dan telur serta BBM untuk memobilisasi bantuan tersebut,” jelasnya.

Firman berharap Pemprov segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.