17 Mei 2021

Banjir Kalsel, 628 Bangunan Sekolah Terkena Dampak

2 min read

Data Banjir dari BPBD Kalsel

HST, Banjar dan Tala Alami Kerusakan Terparah

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat pada 25 Januari 2021, sebanyak 628 sekolah dinyatakan terendam akibat banjir. Dimana, rinciannya meliputi 602 bangunan tingkat SD, SMP dan 26 buah untuk SLB, SMA/SMK.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Effendi mengatakan meski data tersebut masih bersifat sementara. Namun, kerugian yang didapat akibat banjir membuat sejumlah fasilitas mengalami dampaknya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, M. Yusuf Effendi

“Untuk rinciannya khusus Pemprov Kalsel yang menaungi sekolah SMA, SMK dan SLB yang terdampak banjir itu hanya berjumlah 26 sekolah dari 11 kabupaten/kota,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Senin (25/1) siang.

Selain terendam, Yusuf membeberkan, 26 dari total 628 data sekolah yang terdampak akibat banjir dan terhimpun melalui data BPBD Kalsel, kabupaten Tanah Laut, Banjar dan Hulu Sungai Tengah yang terparah.

“Sekolah yang mengalami kerusakan pra sarana itu pagar di SMA di Batu Ampar (Tala) roboh, selanjutnya SMA Negeri 2 Martapura (Banjar) mushala pagar juga roboh setinggi 20 meter, SMA di Mataraman mebeler 150 buah, kamar mandi siswa dan lapangan basket masing-masing 1 buah telah hancur,” bebernya.

Kemudian, Yusuf menyampaikan, bahwa sekolah yang ada di kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, juga ikut mengalami dampak kerusakan. Baik dari sarana pra sarana maupun fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

“Ini yang cukup banyak rusaknya, mulai dari Ruang Kelas Belajar (RKB), perpustakaan, lapangan dan lain-lain,” ungkapnya.

Dari kesimpulan, Ia menuturkan, dua SMA yang berada di kabupaten Banjar dan Tanah Laut ini masuk dalam kategori cukup parah seperti, SMA Negeri 3 Martapura dan SMA Negeri Bumi Makmur. Sehingga, data yang diterima pihaknya itu juga akan masuk ke dalam laporan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Dua SMA ini yang fasilitas dan sarana pra sarananya cukup parah. Dan nanti data-data sekolah terdampak akibat banjir juga akan diserahkan ke Kemendikbud RI,” ucapnya.

Selain tingkat menengah atas atau SMA, Dia menyebut, SMK Negeri 1 Barabai dan SMK Kesehatan Musyidiyah Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) juga mengalami dampak serupa seperti di dua sekolah di Bumi Barakat (Banjar) dan Tuntung Pandang (Tanah Laut).

“Untuk dua SMK Kesehatan Mursyidiyah, kerusakannya meliputi pagar dan komputer, dan SMKN 1 Barabai sama tetapi meja dan kursi yang terdampaknya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, 26 sekolah tingkat atas dan menegah kejuruan yang terdampak banjir dari 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan meliputi, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 Martapura, SMA Mataraman (Banjar), SMA Negeri 1 Bakumpai (Batola), SMA Negeri 1 Amuntai Utara, SMA Bumi Makmur (Tala), SMK Kesehatan Mursyidiyah Barabai, SMK Negeri 1 Barabai, SMK Negeri 1 Sungai Tabuk, SMK Swasta Harapan Bangsa (Kurau) Tanah Laut, SMK Wira Krama 1 Banjarmasin dan sisanya dari SLB. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.