3 Maret 2021

Pembudidaya Ikan Terdampak, Pemprov Lakukan Pendataan

1 min read

Plt Kadis kelautan dan perikanan Kalsel Muhammad Fadhli

BANJARBARU – Sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang mengalami imbas dari bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Muhammad Fadhli menyebut, berdasarkan data yang mereka terima dari kabupaten/kota hingga Senin (19/1), dari total 280.166 pembudidaya ikan di Kalsel terdapat 4.338 pembudidaya ikan yang terdampak banjir.

“Saat banjir datang, kolam, keramba dan tambak mereka rusak diterjang air,” sebutnya Kamis (21/1).

Dari 4.338 pembudidaya itu katanya, total kerugian yang terhitung mencapai 91,7 miliar rupiah.

“Karena ini data sementara, mungkin jumlah terdampak nanti akan bertambah,” ungkapnya.

Pembudidaya ikan yang terdampak sendiri paling banyak berada di Banjar, yakni mencapai 1.840 orang. Terbanyak kedua ada di Tanah Laut, dengan jumlah 1.799 pembudidaya.

“Dua kabupaten ini memang menjadi daerah yang paling luas diterjang banjir. Selain itu, pembudidaya ikan di sana juga banyak,” bebernya.

Dia menuturkan, untuk membantu para pembudidaya ikan yang terdampak, Gubernur Kalsel telah menginstruksikan agar melakukan pendataan untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

“Nanti kalau data terdampak sudah lengkap, segera kami laporkan ke pusat untuk meminta bantuan,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.