17 Mei 2021

Kementerian Pertanian Akan Bantu Petani Kalsel

2 min read

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman

BANJARBARU – Bencana banjir yang terjadi hingga merendam 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan tentu mempunyai pengaruh yang sangat besar. Mengingat Kalsel merupakan satu diantara provinsi yang masuk dalam daftar lumbung pangan Indonesia.

Hingga Kamis (21/1), Pemprov Kalsel mencatat ada sekitar 50 ribu hektare lahan sawah terendam.

Disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman, di luasan sawah yang terendam terdapat padi berumur 1,5 bulan sampai dua bulan yang mati.

“Ada juga yang masih dipersemaian,” terangnya.

Dari puluhan ribu lahan sawah yang terendam, dia mengungkapkan berdasarkan data sementara paling banyak berada di Kabupaten Banjar dengan luasan mencapai 15 ribu hektare.

“Tanah Laut juga luas, di sana ada sekitar 13.500 hektare sawah yang terendam. Sementara di Barito Kuala ada 10 ribu hektare,” ungkapnya.

Selain itu disampaikan Syamsir, lahan persawahan di Hulu Sungai Tengah yang terlapor terendam juga mencapai 15 ribu hektare. Namun, menurutnya data ini masih perlu diklarifikasi ke dinas terkait di kabupaten.

“Karena mungkin 15 hektare ini tidak semuanya sawah. Bisa jadi sebagiannya perkebunan,” ungkapnya.

Dari sekitar 50 ribu hektare sawah yang terendam, jika dihitung produktivitasnya, diperkirakan kerugian mencapai 200 ribu ton gabah atau 120 ribu ton beras.

“Namun untuk kerugian secara materi belum diketahui. Karena jenis beras dan harganya beda-beda. Sekarang masih dilakukan pendataan,” ucapnya.

Kendati begitu katanya, hilangnya produksi ratusan ribu ton gabah, ketahanan pangan Kalsel masih aman. Karena stok beras di Banua saat ini masih surplus.

“Hingga empat bulan ke depan beras kita masih cukup. Serta, masih ada lumbung pangan di kabupaten yang tidak terendam. Di bulog juga masih ada stok,” ujarnya.

Adapun untuk petani sendiri dikatakan Syamsir, Gubernur Kalsel melalui pihaknya telah memohon bantuan benih ke Kementerian Pertanian untuk diserahkan ke petani.

“Dan kita mendapatkan bantuan 1.100 ton benih. Nanti kami bagikan ke masing-masing kabupaten untuk petani terdampak,” tuturnya.

Di samping itu, dia mengungkapkan, Menteri Pertanian pada hari ini Jumat (22/1) juga akan memberikan 20 truk bantuan untuk para petani dan masyarakat terdampak banjir. Dalam bantuan itu, terdapat sembako, obat-obatan, pakaian dan perlengkapan lainnya.

“20 truk bantuan bakal disebar. 11 truk ke arah Hulu Sungai, 5 truk ke Tanah Laut dan 4 truk ke Batola,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.