17 Mei 2021

Pulihkan Konektivitas Kalsel-Kaltim, Menteri PUPR Minta Pemasangan Jembatan Bailey Selesai 3 Hari

2 min read

(kiri ke kanan) Kepala BNPB, Gubernur Kalsel dan Menteri PUPR saat meninjau langsung kondisi jembatan Sungai Salim pada Minggu (17/01)

BANJARMASIN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  mengirimkan jembatan Bailey untuk memulihkan lalu lintas Jalan Nasional ruas Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim yang terputus akibat jembatan  Salim/Astambul, yang terletak di kilometer 55+500 kota Martapura roboh, tergerus banjir. Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan terakhir, mengakibatkan sungai Salim yang merupakan anak Sungai Martapura meluap, dan menggerus oprit jembatan hingga berlubang dan terputus, pada Kamis (14/1).

Kondisi jembatan Sungai Salim yang terputus akibat banjir

Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, telah melakukan penanganan sementara untuk fungsional jalan agar tidak terputus, yaitu dengan memasang baja sheet pile untuk penyambung jalan ke jembatan, serta  pemasangan sandbag untuk proteksi oprit dan jalan di sekitar area aliran sungai.

Namun hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalsel selama beberapa hari terakhir,  mengakibatkan kerusakan pada oprit  jembatan semakin parah. Dampaknya arus lalu lintas Trans Kalimantan, khususnya penghubung Kalsel dan Kaltim terputus.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Jembatan Salim, pada Minggu (17/1) meminta, agar perbaikan jembatan segera dilaksanakan untuk mendukung konektivitas di Provinsi Kalsel.

“Ini bukan solusi permanen, tetapi paling tidak bisa dilalui dulu. Saya meminta pada Rabu (20/1) mendatang, atau paling lambat Kamis sudah dapat dilalui,” kata Basuki.

Pengiriman jembatan darurat dari besi (bailey) ke lokasi jembatan Salim,  dilakukan dengan mobilisasi bentang pertama jembatan Bailey ke lokasi sepanjang 15 meter, dan dilanjutkan dengan bentang lainnya. Menteri Basuki juga berpesan untuk memproteksi oprit jembatan menggunakan geo bag (bukan sand bag), karena akan lebih berat.

Jembatan Sungai Salim dibangun pada tahun 1987, dan memiliki panjang bentang 14.6 meter dengan tipe GTI (Gelagar Beton Indonesia). (HUMASKEMENPUPR-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.