8 Maret 2021

Panglima TNI : Seluruh Stakeholder Penanganan Banjir, Maksimalkan Bantuan Pusat

2 min read

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjanjato bersama Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor meninjau langsung lokasi banjir di Pengayuan, Banjarbaru.

BANJARBARU – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan, seluruh stakeholder yang terlibat dalam penangangan banjir di provinsi Kalimantan Selatan mampu memaksimalkan bantuan dari pemerintah pusat.

Bantuan dari Pemerintah pusat untuk korban banjir di Pengayuan, Banjarbaru

“Yang hadir disini bukan hanya TNI tapi juga ada Polri, BPBD dan BASARNAS sehingga seluruh bantuan yang didistribusikan harus dimaksimalkan,” ujarnya dalam rakoor dengar pendapat bersama TNI-Polri bersama Forkopimda se Kalsel, di ruang VIP Pemda Kalsel, Sabtu (16/1) kemarin.

TNI, BASARNAS, Polri beserta Forkopimda se Kalsel meninjau lokasi banjir di Pengayuan, Banjarbaru.

Bahkan, Tjahjanto mengharapkan, setiap personil yang bertugas dilokasi banjir, kedepannya dapat terus menjalin komunikasi, koordinasi hingga kerjasama yang baik dengan melakukan sistem point to point dilapangan.

“Setiap hari harus mengevaluasi kendala dan permasalahan, disamping warga yang terdampak banjir bagaimana pun caranya harus segera ditampung dan tidak lupa juga di posko harus dilengkapi dengan alat komunikasi seperti radio pantau sehingga komandan personil dilapangan dalam melakukan koordinasi tentunya maksimal. Selain itu, stakeholder yang terlibat dalam penanganan banjir di Kalsel ini dipastikan yaitu BASARNAS, BPBD, Polri hingga TNI,” paparnya.

Disamping telah mengerahkan pasukan untuk evakuasi, Tjahjo memaparkan setidaknya bantuan yang diturunkan dapat lebih dimaksimalkan oleh stakholder terkait sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

“Tujuannya kita semua adalah melayani masyarakat yang terdampak banjir, maka dari itu, harus ada evaluasi. Tujuan apa, jangan sampai ada masyarakat yang tidak tertangani akibat banjir ini. Logistik sepeti perahu karet sudah dikirim dari Jakarta ke Kalsel dengan total keseluruhan ada 34 buah dan nantinya akan dibagi sesuai kebutuhan yang ada di kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, baik logistik makanan maupun fasilitas peralatan dalam mengevakuasi korban banjir di bumi Lambung Mangkurat.

“Alhamdulillah, bantuan yang diminta akhirnya telah direalisasikan oleh Presiden RI, Jokowi melalui Panglima TNI dan mudah-mudahan apa yang telah diberikan benar-benar bisa bermanfaat serta digunakan dalam rangka menghadapi bencana banjir di Kalsel,” paparnya.

Selain telah mendapatkan kebutuhan logistik dalam penangangan, Sahbirin Noor juga menjelaskan, tentu akan lebih memaksimalkan kinerja dilapangan untuk membantu serta meringankan beban korban banjir sesuai arahan yang telah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Panglima TNI.

“Yang sifatnya membantu masyarakat harus tetap dimaksimalkan serta dilakukan lebih tajam lagi, seperti kita evakuasi dan memberikan bantuan pendistribusian makanan siap saji, pembuatan dapur umum. Bahkan, yang terpenting pastinya adalah koordinasi agar kinerja semua bisa selesai dengan baik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bantuan logistik yang diberikan bukan hanya sarana prasarana dan fasilitas untuk korban banjir. Akan tetapi, sebanyak 34 perahu karet beserta mesin hingga 10 personil dari Komando Pasukan Khusus Katak (Kopaska) juga diterjunkan untuk membantu kegiatan penanganan evakuasi terendam banjir di Kalimantan Selatan. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.