2 Maret 2021

Banjar dan Tala, Dua Kabupaten Paling Memperihatinkan

2 min read

Evakuasi Korban Banjir di Martapura

BANJARBARU – Curah hujan dengan intensitas yang tinggi terus saja mengguyur wilayah Kalimantan Selatan, terutama pada Rabu (13/1) serta Kamis (14/1) kemarin. Yang mana kondisi ini membuat Banua dikepung banjir. Kondisi ini mengakibatkan aktivitas sempat lumpuh, lantaran sejumlah akses jalan tergenang air cukup dalam.

Disamping itu, berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, ada 70 ribu lebih masyarakat Kalsel yang terdampak musibah ini.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Mujiyat menyampaikan, banjir tahun ini menjadi yang terparah sejak puluhan tahun terakhir.

Plt BPBD Kalsel Mujiyat

“Saya tinggal di Kompleks Handil Bakti (Barito Kuala), selama 25 tahun tidak pernah halaman saya terendam. Tapi hari ini terendam,” ujarnya, Kamis (14/1) kemarin.

Diungkapkannya, saat ini pihaknya terus berupaya memberikan bantuan kepada para korban. Mulai dari melakukan evakuasi, hingga menyalurkan logistik.

“Pelayanan ini sudah kami berikan sejak terjadi banjir pertama di Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu. Seperti di Desa Teluk Selong, Pasayangan, dan Dalam Pagar,” terangnya.

Saat itu lanjut Mujiyat, titik banjir masih sedikit. Sehingga BPBD Kalsel masih mampu menanganinya. Namun, Mujiyat menuturkan, saat ini lokasi banjir semakin luas sehingga perlu ada keterlibatan dari semua pihak.

“Termasuk pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak, harus ikut bertanggungjawab,” tuturnya.

Mujiyat juga menambahkan, untuk SKPD Terkait di lingkup Kalsel sendiri telah diminta Sekdaprov Kalsel untuk ikut berkonsentrasi menganalisa kebutuhan yang diperlukan para korban banjir.

“Jadi semua punya PR masing-masing, bagaimana proses membantu korban,” ujarnya.

Adapun untuk kondisi terparah saat ini katanya terjadi di Barabai kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Mengingat hampir aktivitas warga menjadi lumpuh.

“Namun jika berbicara deritanya, banjar paling menderita karena masa banjir yang panjang. Setelah itu disusul Tanah Laut,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.