10 Mei 2021

Debit Air Naik, Ratusan KK Guntung Manggis Mengungsi ke Tenda Darurat

2 min read

Suasana banjir di kawasan kelurahan Guntung Manggis, kec. Landasan Ulun, kota Banjarbaru.

BANJARBARU – Sebanyak 100 kepala kelurga (KK) di kelurahan Guntung Manggis, kecamatan Landasan Ulin, kota Banjarbaru mengungsi akibat banjir. Tingginya curah hujan dan debit air, mengakibatkan beberapa kawasan terendam.

Kondisi banjir dekat tenda darurat.

Ketua RT 24 Guntung Manggis Rusliansyah mengungkapkan, sejak tadi malam hingga Kamis (14/1) pagi, sekitar jam 07.30 WITA ketinggian debit air telah mencapai lutut orang dewasa. Bahkan, disekitar komplek yang tidak jauh dari kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru itu, sebagian telah mencapai setinggi dada orang dewasa.

Ketua RT. 24 Guntung Manggis, Rusliansyah.

“Tadi, saya sempat memantau di jalan perumahan komplek Mahkota Kebun Manggis itu sekitar tingginya sedada orang dewasa. kalau sampai disini mungkin tenggelam,” ungkapnya usai memantau kondisi luapan banjir di perumahan warga di kawasan Guntung Manggis bersama relawan.

Luasnya wilayah terendam banjir, Ia menuturkan, hingga kini korban yang mengungsi ke dataran tinggi di Guntung Manggis, Banjarbaru hampir mencapai ratusan KK. Meski sebagian warga, mengungsi dirumah kerabat keluarganya.

“Jumlahnya ada seratus KK sampai hari ini, bahkan, semuanya terendam banjir,” tegasnya.

Sebelumnya, Rusli mengatakan, tingginya debit air di kelurahan Guntung Manggis belum sampai ke kawasan RT. 24. Namun, sejak Minggu, 11 Januari 2021 banjir pun mulai dirasakan oleh warga yang tinggal di wilayah sekitar itu.

“Awal mula terjadinya banjir itu pada Minggu pagi, sekitar pukul 8.00 WITA dan tidak sampai ke wilayah permukiman warga. Tetapi, hari ini, luapan banjir sudah mencapai daerah atas Guntung Manggis,” bebernya.

Kendati logistik makanan diprediksi cukup, Ia menyebutkan, ketersediaan tenda dan obat-obatan sangat dibutuhkan pihaknya saat ini, mengingat resiko berbagai penularan berbagai macam penyakit juga menjadi kekhawatiran serta perhatian dari warga sekitar.

“Tenda disini masih kurang, bahkan, para pengungsi juga harus berdesak-desakan, minimal kalau bisa ditambah lagi. Selain itu pula, obat-obatan sebenarnya juga harus disediakan kalaupun berupa uang kita akan sesuaikan dengan kebutuhan pengungsi yang bermalam di tenda darurat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pengungsi korban banjir di Guntung Manggis Sumiati memaparkan, sudah berada ditenda darurat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru selama dua hari sejak terjadinya banjir dengan intensitas curah hujan tinggi di kawasan tersebut.

“Sudah dua hari, sebelumnya tidak terlalu dalam, namun,hari ini yang parahnya,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Maryono yang juga pengungsi di tenda darurat tersebut mengharapkan, agar banjir di wilayah permukimannya itu bisa segera surut kembali. Bahkan, banjir yang menggenang tempat tinggalnya setinggi kepala orang dewasa tersebut setidaknya tidak terjadi lagi.

“Saya berharap jangan ada banjir lagi, dan debit air bisa segera turun kembali,” paparnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.