6 Mei 2021

HSS: PKB dan PAP Tercapai, Kantor Induk dan Pembantu Jadi Tempat Progres Pendapatan

2 min read

Kepala UPPD Samsat Kandangan, Ahmad Yudi Arifani.

HULU SUNGAI SELATAN – Realisasi pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berhasil merangkak naik. Bagaimana tidak, tercatat 60 persen penerimaan berada di kantor Samsat induk dan 40 persennya terdapat di kantor Samsat pembantu.

Kepala UPPD Samsat Kandangan, Ahmad Yudi Arifani mengungkapkan, terealisasinya pendapatan disektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang terhitung sejak Januari hingga Desember 2020 lalu, baik melalui kantor induk dan kantor pembantu Samsat ternyata telah berhasil melebihi target yang ditentukan oleh Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, untuk PKB di Samsat Kandangan berhasil menyentuh angka presentase sebesar 102,56 atau sekitar Rp22,8 miliar lebih. Bahkan, melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar Rp22,3 miliar lebih,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, beberapa waktu lalu.

Kendati realisasi PKB di Kandangan (HSS) berhasil melampaui target di perubahan. Namun, sama halnya dengan yang dialami oleh UPPD Samsat Barabai, dimana peneriman pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang terhitung mulai Januari hingga Desember 2020 lalu belum tercapai maksimal.

“Untuk pendapatan BBNKB di kabupaten HSS, target kami yakni sekitar Rp14 miliar, akan tetapi, terhitung sampai dengan 30 Desember 2020 kemarin, itu hanya bisa terealisasi sekitar Rp11,6 miliar lebih dengan presentase sebesar 83,15. Hal itu, dikarenakan kondisi pandemi COVID-19 sehingga mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat,” paparnya.

Selanjutnya, Ia juga memaparkan, khusus pendapatan SP3 Dealer di HSS yang ternyata juga ditargetkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp147 juta lebih hanya berhasil tercapai sekitar Rp127 juta lebih atau 90,36 persen.

“Hal ini juga dipengaruhi akibat adanya COVID-19, sehingga realisasi tidak optimal. Namun, terhitung sejak Oktober, November sampai 30 Desember 2020 kemarin pembelian kendaraan kembali meningkat, meski tipis setidaknya capaian di UPPD Kandangan bisa dikejar,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Yudi, khusus realisasi Pajak Air Permukaan (PAP) di kabupaten HSS untuk 2020 berhasil melampaui target dari Rp63 juta didalam perubahan menjadi Rp74 juta lebih dan apabila dipresentasekan tercapai sekitar 117,48.

“Jadi yang kami capai hanya dua saja, yautu PKB dan PAP saja. Namun, penerimaan PAP berasal dari PDAM, perusahaan tambang dan sawit. Bahkan, setelah melakukan rapat kerja dengan Bakeuda Kalsel kemarin, bahwa PAP untuk realisasi tahun 2021 menjadi sektor pendapatan baru yang harus digenjot selain PKB, BBNKB dan SP3 Dealer,” bebernya.

Meski dua sektor penerimaan pajak telah tercapai, Yudi kembali menyebutkan, 40 persen pendapatan secara keseluruhan ternyata berasal dari dua kecamatan, yakni Daha Selatan dan Utara. Namun, secara penuh sekitar 60 persen berada dikantor induk, baik PKB maupun PAP.

“Sejak berdirinya kantor Samsat pembantu Negara di kabupaten HSS pada 2017 lalu pendapatan PKB dan PAP ternyata mencapai 40 persen atau sekitar Rp1 sampai 2 miliar lebih. 60 persennya tetap dikantor induk,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.