7 Mei 2021

Liang Anggang Banjarbaru Terendam Banjir, Warga Diminta Cari Jalan Alternatif

2 min read

Salah motor pengendara yang melewati jalan Lianganggang mengalami gangguan mesin atau mogok total.

BANJARBARU – Hujan deras yang mengguyur kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sejak malam hari hingga pagi, Selasa (12/1) tadi menyebabkan ruas jalan A. Yani Jurusan Pelaihari, KM 20.8, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang terendam banjir.

Suasana banjir di ruas Jl. A. Yani, Km. 20,8 Jurusan Pelaihari, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru.

Berdasarkan pantauan Abdi Persada FM, banjir tersebut sedikitnya melanda tiga lokasi di kawasan permukiman warga yaitu pengayuan, pandahan dan pembataan yang masih dalam satu kecamatan di Liang Anggang.

Selain akibat tingginya intensitas curah hujan tadi malam hingga pagi, memicu ketinggian debit air di lokasi itu. Tak heran, puluhan pengendara roda dua dan empat mengalami gangguan mesin atau mogok total.

Salah satu relawan banjir dari BPK Landasan Ulin Selatan, Muhammad Ahdiannoor menyebutkan, bahwa ketinggian air hingga kini telah menjadi kewaspadaan sejumlah warga. Bahkan, diceritakannya pula, banjir yang menimpa kelurahan di Landasan Ulin Selatan ini telah berhasil masuk kedalam perumahan.

Relawan BPK Landasan Ulin Selatan, M. Ahdiannoor saat dikonfirmasi oleh reporter Abdi Persada FM di lokasi banjir, Selasa (12/1).

“Jadi untuk perumahan warga disebelah pembataan, pandahan hingga pengayuan rata dengan banjir,” ujarnya.

Bahkan, Ia menuturkan, melihat ketinggian banjir di sejumlah kawasan itu. Dirinya pun memprediksikan untuk estimasi air surut akan terjadi satu hingga dua hari kedepan.

“Kami akan berjaga selama dua hari kedepan, apabila ada pengendara baik roda dua dan empat yang ingin lewat sementara ini tunda dulu,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi terjadi kemacetan, Ahdi menyebut, agar dapat mengurai serta meminimalisir terjadi mogok total akibat banjir. Maka, disarankan agar bisa menggunakan jalan alternatif.

“Untuk sementara bisa menggunakan jalan simpang Bentok Kampung, Bati-Bati, kabupaten Tanah Laut, karena disana kalau pun banjir, tidak begitu dalam dan bisa ditanggulangi,” paparnya.

Ia menyampaikan, selain dipicu adanya kontraksi luapan banjir disekitar lokasi tersebut ternyata bahu jalan dikiri dan kanan masih merupakan kawasan rawa. Sehingga, air mudah tergenang.

“Untuk kiri kanan jalan di loksi ini kan rawa, jadi kami juga akan berjaga sampai debit air mulai surut,” tutupnya.

Untuk diketahui, banjir yang melanda ruas Jalan A. Yani, Km. 20,8 jurusan Pelaihari, Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, kota Banjarbaru yang kini juga telah sampai ke wilayah permukiman warga itu mencapai ukuran ketinggian lutut kaki orang dewasa. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.