15 Mei 2021

BBNKB di Barabai Belum Tercapai, PKB dan PAP Berhasil Meningkat

2 min read

Kasi Pelayanan PKB dan BBNKB UPPD Samsat Barabai, Ali Muhraji.

HULU SUNGAI TENGAH – Meski realisasi penerimaan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) belum tercapai. Namun, sektor pendapatan lainnya seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Air Permukaan (PAP) di kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meningkat tajam.

Kepala Seksi Pelayanan PKB dan BBNKB UPPD Samsat Barabai, Ali Muhraji mengatakan, menurunnya penerimaan pajak  BBNKB, baik I dan II di kabupaten HST diketahui akibat adanya wabah COVID-19. Sehingga, membuat daya beli masyarakat terhadap roda dua dan empat menjadi lesu.

“Dari Maret sampai Desember 2020 belum mereda, akibatnya keinginan dan daya masyarakat untuk memiliki kendaraan menurun, sehingga BBNKB tidak tercapai, jadi realisasinya hanya 74,92 persen,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Ali menyampaikan, bahwa pendapatan lainnya seperti penerimaan PKB mengalami peningkatan pesat. Hal tersebut terlihat sejak adanya program penghapusan denda administrasi dari Gubernur Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, penerimaan pajak lainnya, seperti PKB di Barabai berhasil tercapai sebanyak 22,1 miliar,” ungkapnya.

Ia membeberkan, khusus penerimaan di sektor PAP berhasil menerima pendapatan sebesar 1007,21 persen atau sekitar Rp39 juta. Pajak tersebut berasal dari sejumlah perusahaan yang sebelumnya juga telah bekerjasama dengan UPPD Samsat Barabai.

“Kalau sektor PAP itu ada beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan UPPD Barabai, salah satunya ada PDAM, pabrik karet di Haruyan, pencucian mobil dan untuk sementara ada tambahan satu yaitu produksi air mineral di kampung baru meski belum aktif tapi setidaknya masih bisa dilakukan transaksi pembayaran ke kami,” paparnya.

Kendati pendapatan BBNKB mengalami penurunan, akan tetapi skala presentasi yang diterima hanya 74,92 persen, nyatanya realisasi itu berhasil menyentuh angka sekitar Rp10,8 miliar lebih.

“2021 semoga realisasi BBNKB bisa kembali naik dan tercapai, dan ekonomi masyarakat di Barabai akibat pandemi juga bisa segera pulih,” ungkap Ali.

Selain fokus pada pendapatan lainnya, Ali menuturkan, akan melakukan penelusuran lebih dalam lagi terkait tunggakan-tunggakan oleh beberapa wajib pajak. Terutama mobil dan kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten HST.

“Sudah kami lakukan penelusuran meski sebagian sudah terbayarkan, di 2021 akan dituntaskan dengan berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.