7 Mei 2021

Waspada! Kaum Milenial Juga Rentan Terserang Penyakit Jantung

2 min read

Ilustrasi Penyakit Jantung.

BANJARBARU – Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Menurut temuan terbaru, penyakit ini jadi penyebab sepertiga dari seluruh kematian yang ada di dunia pada tahun 2019. Jumlah kematiannya juga terus meningkat.

Berdasarkan usia, penyakit jantung kerap kali  hinggap pada usia lanjut serta manula. Namun trend ini disampaikan Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Esti Nurjadin sudah mulai bergeser, dan mulai menyasar kelompok usia produktif dan kaum milenial.

“Generasi milenial juga masuk dalam kelompok usia yang rentan terhadap penyakit jantung dan kardiovaskular,” ujarnya Selasa (5/1) saat memberikan sambutan usai melantik YJI Cabang Utama Kalsel melalui virtual.

Esti menyebut, penyakit jantung bermuara dari gaya hidup, sehingga penyakit ini dapat dicegah melalui gaya hidup sehat sejak dini.

YJI juga katanya, selalu aktif mengampanyekan pencegahan penyakit jantung dan kardiovaskular dengan fokus utama pada generasi muda dan usia produktif.

“Program YJI adalah mengajak generasi milenial untuk menjadi agen-agen perubahan dibidang kesehatan jantung,” ucapnya.

Pelantikan pengurus YJI Cabang Utama Kalsel masa bhakti 2020-2025 yang diketuai oleh Aida Muslimah Rosehan ini, diikuti juga oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sugian Noorbah bertempat di ruang Command Center Setdaprov Kalsel.

Dalam amanat Gubernur Kalsel yang dibacakan oleh Sugian Noorbah disebutkan, bahwa hadirnya YJI di Kalsel merupakan berkah tersendiri bagi pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat. Ia pun menyebut, peran YJI di Kalsel sangat besar dalam hal penanganan dan pencegahan penyakit jantung di Banua.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sugian Noorbah saat mengikuti Pelantikan Pengurus YJI Kalsel.

“Sebagai sebuah yayasan, tentu saja kiprah dan kontribusinya sudah tak perlu diragukan, apalagi dipertanyakan,” ucapnya.

Dalam amanat ini juga disampaikan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam hal pencegahan dengan menerapkan perilaku hidup sehat.

“Penanganan penyakit jantung merupakan ranah dokter, namun masyarakat dapat berperan dalam hal pencegahan,” tambahnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.