17 Mei 2021

Stok Es Balok di Pelabuhan Perikanan Jadi Perhatian Yani Helmi

2 min read

Ilustrasi distribusi es balok ke pelabuhan perikanan.

TANAH BUMBU – Kelangkaan stok es balok untuk kebutuhan pengawet ikan menjadi perhatian serius dari Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Pelabuhan Perikanan Batulicin, Senin (4/1) siang.

Sidak anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi (tengah) dan Plt Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin (PPB), Akmad Syarwani (kanan) di kantor PPB Prov. Kalsel.

“Yang kami lihat tadi, bahwa di Pelabuhan Perikanan Batulicin, hampir 80 persen kekurangan es balok, ini jadi perhatian serius, mengingat sektor perikanan juga merupakan salah satu ekonomi di Kalsel,” ungkap paman Yani sapaan akrab anggota Komisi II DPRD Kalsel.

Meski dilakukan dadakan, Yani Helmi mengungkapkan, akan membantu secara maksimal agar kinerja di pelabuhan perikanan yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) provinsi Kalimantan Selatan di Batulicin, Tanah Bumbu ini, kedepan dapat bekerja dengan optimal.

“Melihat hal ini, kami selaku di komisi II DPRD Kalsel akan membantu secara maksimal untuk pelabuhan. Bahkan, kedepan bisa menjadi pelabuhan terbesar di Kalimantan Selatan,” paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin (PPB), Akhmad Syarwani mengakui, kekurangan es balok sebagai bahan untuk mempertahankan kualitas ikan di pelabuhan tersebut memang masih sangat dirasakan oleh pihaknya.

“Apabila pendapatan ikan melimpah di pelabuhan ini, untuk pengiriman ke Pontianak ke Sampit, pulangnya mereka balik membawa es dari provinsi tetangga,” bebernya.

Bahkan, Ia membeberkan, dari puluhan ton ikan yang sering didapatkan, Pelabuhan Perikanan Batulicin hanya mendapatkan ketersediaan es balok sekitar 6 ton saja perhari.

“Yang jadi catatan penting kami, kebutuhan es sebagai salah satu bahan untuk mempertahankan kualitas ikan itu masih sangat kurang. 6 ton dari kapasitas 10 ton, jadi 4 ton sisanya dari nelayan, baik pendistribusian dan pengangkutan terpaksa harus mencari diluar dari pelabuhan,” tuturnya.

Dengan ditinjau secara langsung oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, Syarwani pun dapat menyampaikan dan memperlihatkan fasilitas mana saja yang bisa menjadi skala prioritas untuk dimaksimalkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bagi Pelabuhan Perikanan Batulicin.

“Kami selaku UPTD milik Dislutkan Kalsel, sangat mengapresiasi sekali dengan adanya kedatangan atau sidak yang dilakukan oleh paman Yani selaku anggota Komisi II DPRD Kalsel. Sehingga, dengan adanya sidak tersebut bisa melihat secara langsung kondisi kami di Pelabuhan Perikanan Batulicin ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.