20 Juni 2021

Ini Batasan dan Larangan Pada Malam Tahun Baru Ditengah Pandemi COVID-19

2 min read

Ilustrasi perayaan tahun baru.

BANJARBARU – Malam pergantian tahun dari 2020 ke 2021 akan segera ditemui masyarakat Kalimantan Selatan, namun pergantian tahun kali ini akan berbeda dibanding malam pergantian tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang melanda di seluruh Indonesia bahkan penyebarannya hingga ke Kalimantan Selatan.

Untuk meminimanilisir penyebaran COVID-19, maka Kodim 1006 Martapura, mengimbau kepada masyarakat Kalsel, khususnya kota Banjarbaru dan kabupaten Banjar, agar dimalam pergantian tahun, dapat lebih mengakrabkan diri dirumah bersama dengan keluarga.

Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto.

“Kami ingatkan masyarakat agar tidak ada aktivitas perayaan tahun baru. Kita harapkan malam tahun baru menjadi refleksi kumpul keluarga dirumah,” ucap Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto dalam Topik Kita Hari Ini (TKHI) edisi Selasa (29/12) kemarin.

Dilanjutkan Siswo, untuk menghindari terjadinya penumpukan massa di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, maka Pihaknya bersama Pemerintah Daerah (Pemda), dan Polri, sudah melakukan komunikasi dengan Persatuan Perhotelan Indonesa dan persatuan Rumah Makan, agar membatasi jumlah pengunjung dan tidak membuka aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Untuk tempat menginap, harus tidak melebihi setengah kapasitas yang ada dihotel, sehingga tidak ada penumpukan massa, dan apabila melanggar akan ada sanksi internal berupa pencabutan izin usaha bahkan penutupan kapasitas,” lanjut Siswo.

Hal senada juga diungkapkan Kasubdit Penerangan Masyarakat, Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, AKBP Zaenal Arifin. Disampaikan Zaenal, pihaknya mengingatkan kembali kepada masyarakat, agar selalu menerapkan 3M ( memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan ) saat hendak beraktivitas, baik di malam tahun baru maupun diwaktu lainnya.

Kasubdit Penerangan Masyarakat, Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, AKBP Zaenal Arifin.

“Ditahun baru 2020 ini, masyarakat harus memperbanyak beribadah, karena dengan itulah kita harapkan dapat terhindar dari COVID-19 dan selalu diberikan kesehatan,” ungkap Zaenal.

Dilanjutkan Zaenal, pihaknya bersama pemerintah daerah dan TNI, akan melakukan patroli disaat malam pergantian tahun, demi mengingatkan masyarakat.

“Kami bersama Pemda dan TNI akan melakukan patroli, dan apabila kami mendapati masyarakat yang tidak memakai masker maka akan kami tegur dan kami berikan masker untuk masyarakat, mengingat kondisi perekonomian masyarakat disaat pandemi dinilai menurun,” lanjut Zaenal.

Zaenal menambahkan, disaat malam tahun baru, masyarakat juga diimbau agar jangan sampai menyalakan kembang api, mengingat banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan. Misalnya saja kebakaran.

“Kembang api tidak diijinkan dijual dimalam tahun baru, kalau ada menjual maka silahkan masyarakat laporkan dan akan kami lakukan tindakan secara langsung,” tutup Zaenal. (MRF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.