7 Mei 2021

Ini Bukti Keberhasilan Gerakan Revolusi Hijau di Kalsel

2 min read

Penandatanganan kerjasama bahan baku industri antara Gapoktanhut dengan pemegang IUPHHK, Selasa (29/12).

BANJARBARU – Program Revolusi Hijau yang telah dipancangkan oleh kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor bersama Wakil Gubernur Rudy Resnawan kini mulai berbuah manis. Terbukti dengan ditandatanganinya kerjasama antara Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) dengan pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK), di halaman kantor Dishut Kalsel, Selasa (29/12).

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan dan Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra.

Aya (sapaan akrab Fatimatuzzahra) dalam sambutannya menyebut, berdasarkan catatan Dishut Kalsel pada periode 2013-2020, sengon yang siap panen mempunyai luasan 2.792 Hektar.

“Jumlah tanaman sengon kurang lebih 2 juta batang yang berada di kawasan hutan produksi dan APL (area penggunaan lain),” terangnya.

Penandatanganan ini dilaksanakan oleh empat Gapoktanhut yakni; Gawi Bersama, Hutan Lestari, Kusan Lestari dan Sengayam Sejahtera. Sedangkan dari pihak perusahaan industri primer hasil hutan kayu yakni; PT Surya Satya Timur, Sukses Wijaya Adimakmur, Hutan Rindang Banua, Tanjung Raya Plywood, Tanjung Selatan Makmur Jaya, Dharma Putra Kalimantan Sejati, Basirih Industrial dan Wijaya Triutama Plywood Industri.

“MoU diwakili oleh Sengayam, selanjutnya kontrak kerja sama bahan baku industri. Intinya kita ingin masyarakat yang tergabung dalam Gapoktanhut mengetahui hasil Sengon mereka ada yang membeli,” sebutnya.

Melalui MoU ini, Dishut Kalsel ingin mendorong kelompok petani hutan untuk memelihara Sengon sebaik-baiknya. Sebab, selanjutnya akan ada kerja sama untuk suplai bahan baku dengan pihak industri.

“Jadi revolusi hijau ini luar biasa. Kita sudah bangun sinergitas hulu dan hilirnya. Sehingga apa yang mereka tanam akan dapatkan hasilnya,” katanya.

Aya menambahkan, berdasarkan identifikasi saat ini ada sekitar 200 Gapoktanhut yang sudah mempunyai izin produksi dengan lebih dari 2.000 hektar yang siap panen. Sedangkan bahan baku yang diperlukan sebanyak 100.000 kubik untuk satu industri.

“Jadi bisa kita bayangkan, sekian itu masih sangat kekurangan bahan baku. Jadi masyarakat kita yang saat ini mengembangkan sengon jangan khawatir. Bahan baku pasti akan dibeli para industri,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menyampaikan, kesepakatan ini merupakan hal yang patut diapresiasi dan sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam pengelolaan sektor kehutanan yang lebih baik.

“Tercapainya kesepakatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program revolusi hijau yang kita mulai sejak 2017 lalu,” ungkapnya.

Rudy juga menyampaikan, pemanfaatan hasil hutan yang  diatur terukur dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku akan berdampak baik terhadap kelestarian hutan dan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi sektor kehutanan bagi masyarakat.

“Harapan kita semoga MoU yang tadi ditandatangani bukan hanya kesepakatan di atas kertas. Bukan hanya komitmen kosong saja. Tetapi benar-benar dijadikan pedoman dan diterapkan sesuai dengan kesepakatannya sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada semua pihak,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Rudy melepas secara simbolis pengiriman 2 truk Kayu Sengon dari kelompok tani hutan Sengayam Sejahtera dan dikirimkan ke PT Sukses Wijaya Adimakmur di kecamatan Bati-Bati. Kayu yang dikirim setara dengan volume 16 meter kubik. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.