3 Maret 2021

Rapid Antibodi Masih Banyak Digunakan Untuk COVID-19

2 min read

Ilustrasi rapid antibodi.

BANJARBARU – Meski rapid test antigen (swab antigen) telah menjadi rekomendasi pemerintah. Namun, nyatanya, beberapa masyarakat atau instansi masih banyak menggunakan rapid test antibodi sebagai pendeksi COVID-19.

Hal inilah yang dilakukan Panti Sosial Tresna Wedha (PSTW) Budi Sejahtera Banjarbaru untuk digunakan sebagai salah satu syarat sah penerimaan lanjut usia (lansia) dalam lingkungan panti milik Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Selatan.

Kepala PSTW Budi Sejahtera, Surya Fujianorrochim mengatakan, meskipun telah direkomendasikan dan akurasinya sangat baik. Akan tetapi, harganya masih dianggap relatif cukup mahal dibanding rapid test antibodi.

Kepala Panti Sosial Tresna Wedha Budi Sejahtera Banjarbaru, Surya Fujiannorrochim.

“Rapid antigen itu memang bagus, lebih teliti lagi daripada rapid test antibodi. Cuman, di panti kami yang jalankan khusus lansia selama ini rapid test antibodi hasilnya juga cukup bagus,” tutur Surya kepada Abdi Persada FM, di ruang kerjanya, Senin (28/12) siang.

Kendati syarat rapid antibodi terpenuhi, Surya menjabarkan, Panti Sosial Tresna Wedha Budi Sejahtera masih memiliki syarat lainnya, yakni harus mengikuti prosedur karantina mandiri yang difasilitasi penuh oleh pihaknya selama tujuh hari.

“Setelah mendapat rekomendasi kabupaten/kota, nantinya lansia yang dinyatakan bisa masuk, wajib mengikuti karantina selama 7 hari yang dan tempatnya juga telah disediakan oleh PSTW Budi Sejahtera,” ungkapnya.

Disamping rapid antigen menjadi rekomendasi sebagai langkah pencegahan. Namun, dirinya memaparkan, untuk rapid test antibodi yang dijalankan dalam beberapa bulan terakhir guna menanggulangi wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang juga sekaligus sebagai syarat sah dalam penerimaan lansia pada 2021 mendatang masih akan terus dilakukan.

“Kalau kita mengharuskan rapid antigen, biayanya akan lebih mahal lagi. Sedangkan yang masuk didalam lingkungan PSTW Budi Sejahtera ini adalah para lansia kurang mampu dan terlantar yang perlu dibantu, apabila rapid antigen kami berlakukan, maka, akan menghambat mereka. Sehingga, rapid antibodi sudah cukup,” papar Surya.

Bahkan, diakuinya, selama ini Dinas Sosial (Dinsos) masing-masing kabupaten/kota juga telah menyediakan alat tersebut agar lebih memudahkan mereka bisa masuk ke Panti Sosial Tresna Wedha Budi Sejahtera Banjarbaru dan Martapura.

“Mengingat harganya masih dianggap relatif terjangkau dan Dinsos masing-masing kabupaten/kota juga ada yang menyediakan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.