15 Mei 2021

Menghitung Hari, Target Sektor Pajak Terus Digenjot

2 min read

Kabid Pengelolaan Pendapatan Bakeuda Kalsel, Rustamaji.

BANJARBARU – Pandemi COVID-19 masih menjadi penyebab utama babak belurnya berbagai sektor. Tak terkecuali realisasi pendapatan daerah.

Namun Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, hingga 21 Desember 2020 realisasi pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai 2,1 triliun rupiah dari total target 2,5 triliun rupiah atau masih minus sekitar 400 miliar rupiah lagi.

Disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Rustamaji, dari lima jenis penerimaan yang menjadi kewenangan mereka, sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang masih jauh dari target.

“Ini karena dampak pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi masyarakat lemah. Sebab, capaian pajak daerah dipengaruhi oleh kemampuan daya beli masyarakat. Termasuk penambahan kendaraan bermotor,” terangnya Rabu (23/12) lalu.

Berdasarkan data Bakeuda Kalsel, realisasi penerimaan BBNKB hingga 21 Desember baru 71,04 persen atau sebesar Rp342.667.144.447, dari target Rp482.357.200.000.

Lalu bagaimana dengan empat sektor lainnya? Untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), realisasinya cukup menggembirakan karena sudah mencapai 98,64 persen atau Rp684.580.465.846 dari target Rp694.000.000.000.

Sedangkan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), realisasinya tercatat 85,53 persen atau Rp915.118.184.380 dari target Rp1.070.000.000.000. Kemudian, Pajak Rokok realisasinya sekitar 81,87 persen: Rp225.154.444.969 dari target Rp275.000.000.000.

Hanya Pajak Air Permukaan (PAP) yang realisasinya sudah mencapai target. Yakni Rp4.294.509.201 dari target Rp4.000.000.000, dengan persentase 107,36.

Rustam berharap, semua sektor pendapatan bisa mencapai target di waktu yang tersisa tahun ini.

“Teman-teman di daerah terus bekerja keras untuk mencapai target. Bahkan, sampai membuka pelayanan pada malam hari,” ujarnya.

Diketahui beberapa waktu lalu Bakeuda Kalsel melaksanakan rapat kerja bersama UPPD Samsat se-Kalsel untuk membahas program kerja ke depan, serta meminta ide dan gagasan serta inovasi-inovasi dari masing-masing UPPD.

Dijelaskan Rustamaji, dalam rapat kerja itu Bakeuda Kalsel mengundang seluruh Kepala Samsat atau Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) se-Kalimantan Selatan.

“Karena pengoptimalan pendapatan pelaksana tugas dibebankan ke UPPD,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.