7 Mei 2021

Jelang Akhir Tahun, Polres Banjar Gelar Konferensi Pers

2 min read

BANJAR – Bertempat di Aula Tribrata Polres Banjar, telah diadakan konferensi pers akhir tahun 2020 yang digelar Polres Banjar pada Senin (28/12).

Dalam paparannya, Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo menyampaikan, bahwa kejahatan konvesional tahun 2020 dibanding 2019. Pihaknya telah menyelesaikan 86 kasus (95 persen) terkait pencurian dengan pemberatan (curat) dari 91 laporan kasus.

“Terjadi peningkatan kasus curat dibanding tahun 2019 yang lalu. Untuk pencurian biasa (curbis) ditangani 27 kasus dan selesai 24 kasus pada tahun 2020 sedangkan tahun 2019 ada 32 kasus dan terselesaikan 30 kasus,” ungkap Andri.

Andri menambahkan, ditahun 2019 terdapat 17 kasus Pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 10 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 25 kasus penipuan, dan 24 kasus penggelapan.

“Penipuan dan atau penggelapan 12 kasus, penggelapan dalam jabatan 11 kasus, penganiayaan 28 kasus, penganiayaan berat (anirat) 9 kasus, pengeroyokan 9 kasus dan pembunuhan ada 5 kasus,” lanjut Andri.

Ditambahkan Andri, ditahun 2020 juga ditemukan adanya kejahatan konvesional persetubuhan anak di bawah umur.

“persetubuhan anak di bawah umur dengan 7 kasus, perbuatan cabul 6 kasus. Pemerkosaan 1 kasus dan perzinahan 1 kasus. Kemudian, pertolongan jahat atau penadah juga 1 kasus,” lanjut Andri.

Andri menambahkan, tahun 2020 merupakan tahun tersulit dibanding tahun 2019, dimana ditahun ini banyak terjadi pemberhentian hari kerja (PHK) massal yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan melakukan kriminal.

“Apapun bentuk dan alasan tindak kejahatan, akan tetap ditangani karena merugikan orang lain dan tindak kejahatan,” tutup Andri.

Perlu diketahui, selain kasus yang disebutkan Kapolres Banjar, juga terdapat kasus-kasus lain yang ditangai Polres Banjar, yakni 4 Kasus Kebakaran, 2 Kasus perjudian, 35 Kasus sajam, 1 Kasus pencurian, 8 Kasus peneuman mayat, 5 Kasus KDRT, 2 kasus membawa lari anak/perempuan dewasa, 8 kasus perusakan barang, 1 kasus perampasan, 2 kasus pembakaran, 1 kasus pemalsuan surat dokumen, 2 kasus meninggal tersengat listrik, 1 kasus percobaan pembakaran, 1 kasus perkara pemilu, 1 kasus miras, 2 kasus gantung diri, 1 kasus perbuatan tidak menyenangkan, 2 kasus pornografi, 2 Kasus pemerasan, 4 kasus pengancaman, 6 kasus korban meninggal karena tenggelam. (MRF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.