15 Mei 2021

2 Perusahaan di Kalsel Raih Peringkat Hijau PROPERDA 2019

2 min read

Pj Sekdaprov Kalsel didampingi Kadis LH Kalsel saat memberikan piagam penghargaan kepada perusahaan yang meraih peringkat hijau pada PROPERDA 2019.

BANJARBARU – Sebanyak 26 perusahaan di Kalimantan Selatan mendapatkan penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (PROPERDA) 2019, yang diserahkan oleh Pj. Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, di halaman kantor DLH Kalsel, Senin (28/12).

Dalam sambutannya Roy Rizali menyampaikan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi kepada perusahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup di lokasi perusahaan serta berharap semangat ini juga dapat diikuti oleh perusahaan yang belum turut serta dalam PROPER.

“Keikutsertaan dalam PROPERDA ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Semoga perusahaan yang dapat penghargaan tahun ini dapat terus dipertahankan dan dapat menularkan kepada perusahaan lainnya di Kalsel,” harapnya.

Tercatat dari 26 perusahaan ini, ada 2 perusahaan yang berhasil mendapatkan peringkat hijau. Kemudian 2 perusahaan lainnya mendapatkan peringkat biru. Sedangkan 1 perusahaan mendapatkan peringkat merah.

“Kita berharap yang merah bisa meningkatkan kinerjanya, sehingga penilaian terhadap lingkungan bisa lebih bagus,” ungkap Roy usai penyerahan.

Kepala DLH Kalsel Hanifah Dwi Nirwana pun menyebut, perusahaan yang mendapatkan peringkat merah pada PROPERDA 2019 yang diserahkan diakhir tahun ini adalah perusahaan Sawit asal Kotabaru yaitu PT Pesonalintas Purasejati. Sedangkan perusahaan yang mampu meraih PROPER hijau yaitu PT Arutmin Indonesia-NPLCT (Terminal khusus Batubara) di Kotabaru dan PT Antang Gunung Meratus (Terminal khusus Batubara) di Tapin.

“Yang tahun ini adalah perusahaan baru. Mungkin pada masa pandemi ada kesulitan bagaimana di dalam melakukan pemantauan, karena ini secara rutin mereka lakukan termasuk limbah yang dihasilkan,” terangnya.

Diakui Hanifah, ada penurunan keikutsertaan perusahaan dalam program Penghargaan PROPERDA tahun 2019. Salah satunya dampak pandemi yang membuat anggaran banyak terpotong. Pihaknya juga lebih memperketat dalam hal penilaian.

“Disamping mereka harus memenuhi perjanjian didokumen yaitu melakukan pengelolaan lingkungan, mereka juga harus membersamai masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” sebutnya.

Untuk perusahaan yang mendapat peringkat merah, DLH Kalsel akan berupaya untuk menindaklanjuti dan memberikan pembinaan lebih lanjut agar ada peningkatan pada periode PROPERDA berikutnya. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi dan dorongan kepada perusahaan agar berkomitmen dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup di lokasi kegiatan usahanya.

Untuk diketahui, ada beberapa tingkatan dalam penilaian PROPER, yakni peringkat tertinggi adalah emas, yang mempunyai arti perusahaan telah melakukan pengelolaan lebih dari yang dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan. Tingkat berikutnya Hijau dan Biru, sementara Merah memiliki arti perusahaan sudah melakukan upaya pengelolaan lingkungan namun baru sebagian mencapai hasil dari persyaratan. Pada tingkat terbawah ditandai dengan warna Hitam dan memiliki potensi dan risiko untuk ditutup izin usahanya oleh KLH. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.