3 Maret 2021

Potensi Budidaya Air Tawar Capai Satu Juta Hektar, Dislautkan Kalsel Ingin Bangun SPDT

2 min read

Kadis Kelautan dan Perikanan Kalsel, Muhammad Fadhli, Rabu (23/12).

BANJARBARU – Dinas kelautan dan perikanan provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait pembangunan sentra perikanan daratan terpadu (SPDT), di ruang rapat Aberani Sulaiman setdaprov Kalsel, Rabu (23/12).

Rakor ini mengundang stakeholder terkait, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Balai Perikanan Budidaya Air Tawar serta tamu undangan lainnya.

“Rakor ini terkait Permendagri nomor 90 tahun 2019 dan Undang-undang nomor 23 tahun 2014, tentang pembatasan wewenang budidaya air tawar,” kata Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Kalsel Muhammad Fadhli usai Rakor.

Dua peraturan ini ungkap Fadhli, membuat provinsi tidak mempunyai jangkauan terhadap budidaya air tawar. Sedangkan kabupaten/kota ungkapnya, membutuhkan uluran tangan dari provinsi untuk penanganan budidaya air tawar baik di waduk, rawa, sungai maupun genangan air lainnya.

“Yang lintas (kabupaten/kota) inilah ingin dibentuk SPDT,” ujarnya.

Dengan adanya SPDT lanjut Fadhli, setiap ada budidaya yang lintas kabupaten kota maka itu akan menjadi kewenangan provinsi. Yang mana nantinya SPDT ini akan menggandeng stakeholder terkait termasuk pemerintah pusat.

“Kita ingin sama-sama membangun. Kita ingin ini jadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Nantinya dari hasil Rakor ini akan dilaporkan kepada gubernur. Kemudian akan disampaikan kepada Mendagri dan kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Harapan kita apabila mereka memberikan dukungan, maka untuk kedepan anggaran-anggaran kita bisa masuk untuk perikanan daratan. Sehingga masyarakat pembudidaya dapat diperhatikan,” harapnya.

Rakor untuk pembangunan SPDT ini dijelaskan Fadhli merupakan permulaan untuk nantinya akan kembali dibahas bersama kabupaten kota serta pemerintah pusat.

“Mungkin ini satu-satunya di Indonesia. Karena Permendagri 90 2019 ini sudah membatasi kita,” sebutnya.

Untuk potensi budidaya ikan air tawar di Kalsel menurut Fadhli mempunyai potensi yang sangat besar.

“Potensi di 13 kabupaten kota ini bisa mencapai 1 juta hektar. Maka potensi inilah yang harus digali bersama,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.