3 Maret 2021

Meriahkan Tahun Baru di Jalan, Siap-Siap Dibubarkan Aparat

2 min read

Kapolda Kalsel (tengah) didampingi Wakapolda (ujung kiri) dan Karo Humas Polda Kalsel (ujung kanan) saat menyampaikan rilis akhir tahun 2020 di Mapolda Kalsel pada Senin (21/12).

BANJARMASIN – Malam pergantian tahun sudah didepan mata. Kurang lebih 10 hari lagi, tahun akan berganti dari 2020 menjadi 2021. Umumnya pergantian tahun, dirayakan dengan meriah, termasuk di kota Banjarmasin dan wilayah Kalimantan Selatan secara umum. Ada yang sekadar duduk-duduk di jalan, sambil menyaksikan pesta kembang api, atau jalan-jalan keliling kota naik motor menghabiskan malam.

Kapolda Kalsel (depan, tengah) berfoto bersama wartawan usai rilis akhir tahun 2020 di Mapolda Kalsel pada Senin (21/12).

Namun berbeda tahun ini, seluruh perayaan itu terlarang dilakukan. Kenapa? Karena tahun ini, pandemi COVID-19 masih membayangi hingga akhir tahun 2020.

Dalam kegiatan rilis akhir tahun 2020 di aula Mathilda Batlayeri mapolda Kalimantan Selatan pada Senin (21/12), Kapolda Irjen Pol Rikwanto menegaskan, bahwa Polri tidak akan memberikan atau mengeluarkan izin keramaian, terutama untuk perayaan malam pergantian tahun. Hal ini tidak hanya berlaku di Kalimantan Selatan saja, namun hampir merata di seluruh Indonesia.

“Kita ketahui bersama, bahwa saat ini kasus COVID-19 di Kalsel masih  mengalami penambahan cukup signifikan, sebagai dampak dari libur panjang akhir Oktober lalu. Kita tidak menginginkan adanya klaster baru penularan COVID-19 di Kalsel, pasca libur panjang natal dan tahun baru kali ini. Oleh karena itu, Polda Kalsel mengikuti kebijakan dari pusat, untuk tidak memberikan izin keramaian saat pergantian tahun,” tegas Kapolda kepada wartawan.

Sementara untuk perayaan Natal, Rikwanto mengimbau agar dirayakan secara virtual. Tujuannya tidak lain, agar perayaaan Natal tetap dapat berlangsung khidmat, dan umat Kristiani terhindar dari risiko tertular COVID-19.

Senada dengan Kapolda, Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Subhan memastikan, pihaknya tidak segan membubarkan paksa, massa yang tetap ngeyel merayakan malam pergantian tahun di jalan-jalan.

“Merayakannya di rumah masing-masing saja. Karena kami tidak memberikan izin melakukan keramaian, dan jika tetap dilakukan, maka akan kami bubarkan secara paksa. Tempat-tempat wisata termasuk cafe, juga hanya boleh buka sampai jam 20.00 WITA, selebihnya juga akan kami suruh pulang. Untuk gereja, tidak diperkenankan membuat tenda, dan diminta untuk merayakan secara virtual,” ujarnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.