15 Mei 2021

COVID-19 Belum Melandai, Disdikbud Kalsel Minta Perketat Pengawasan Peserta Didik

2 min read

Kadisdikbud Kalsel, M. Yusuf Effendi saat menyampaikan himbauan persiapan pembelajaran tatap muka ditengah pandemi COVID-19.

BANJARBARU – Belum juga melandainya jumlah kasus terpapar COVID-19, kembali menjadi perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk lebih ketat lagi dalam mengawasi peserta didik di setiap satuan pendidikan di Kalimantan Selatan.

Kegiatan Bimtek Persiapan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021, yang diikuti oleh seluruh pemerintahan di kabupaten/kota.

Sejak pekan lalu, bukannya menurun. justru, jumlah kasus terkonfirmasi positif virus Corona kembali bertambah. Tercatat, 88 temuan kembali menyumbangkan kasus baru untuk kabupaten/kota.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Effendi mengatakan, melalui data yang disuguhkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan, kasus terkonfirmasi positif virus Corona masih menjadi catatan penting dan perhatian serius dalam pelaksanaan sekolah tatap muka pada 2021 mendatang.

Kadisdikbud Kalsel, M. Yusuf Effendi.

“Melalui data dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, sejak Sabtu hingga Minggu kemarin, temuan baru naik menjadi 88 kasus. Hal ini menandakan, bahwa, pelaksanaan tatap muka harus tetap menjadi perhatian serius oleh seluruh Disdik dan satuan pendidikan di kabupaten/kota,” ujarnya saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Bimtek Persiapan Pembelajaran Genap Tahun Ajaran 2021 untuk kabupaten/kota, di salah satu hotel syariah di Kota Banjarbaru, Senin (21/12) siang.

Bahkan, dirinya menuturkan tidak perlu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Mengingat, perlu ketelitian khusus dan lebih dalam lagi untuk menunjuk suatu wilayah aman COVID-19.

“Perlu diketahui, bahwa adanya zona kuning dalam suatu wilayah kabupaten/kota, merujuk SKB 4 menteri boleh menggelar tatap muka, akan tetapi, minimal kecamatan berstatus hijau. Hal ini, perlu berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 masing-masing daerah dan perlu diketahui setiap harinya terkait update informasi virus Corona,” paparnya.

Terlebih, dia menyebut, beberapa waktu lalu sempat terjadi kasus baru COVID-19 yang menimpa guru tenaga pendidik. Sehingga, hal tersebut perlu menjadi kewaspadaan tinggi agar peserta didik tidak menjadi korban keganasan selanjutnya.

“Maka dari itu, kita himbau agar protokol kesehatan harus diperketat lagi. Bahkan, sekolah yang menerapakan tatap muka juga harus membawa bekal sendiri gunaka agar upaya pencegahan dapat ditanggulangi,” ucapnya.

Selain menyoroti tentang kesiapan tatap muka di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan pada 2021 mendatang, dirinya juga menghimbau, agar peserta didik yang akan mendapatkan estimasi libur panjang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, salah satunya peran dari orang tua siswa bersangkutan.

“Kami juga menghimbau agar orang tua siswa juga berperan dalam memberikan edukasi dan pemahaman terhadap COVID-19 ini, sehingga libur panjangnya tetap aman. Selain itu, Gubernur Kalsel juga telah memberikan himbauan terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, selaku menaungi sejumlah instansi pendidikan, Yusuf mengharapkan, peserta didik harus memahami keadaan saat ini. Dimana, Kalimantan Selatan belum sepenuhnya aman dalam melaksanakan kegiatan yang bersifat mengundang banyak orang (massa) atau biasa dikenal dengan kerumunan.

“Jadi, kami menghimbau, untuk peserta didik baik Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak terlena dengan situasi euporia. Cukup berada dirumah saja selama libur panjang serta tidak melakukan perjalanan yang dapat membahaya diri, dan orang tua perlu memberikan perhatian ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.