15 Mei 2021

Tak Capai Target, Ini Alasan KPU Soal Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada Kalsel

1 min read

Suasana pencoblosan pada 9 Desember 2020 di kota Banjarmasin.

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan menargetkan, tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2020, dapat mencapai di atas 79 persen. Namun fakta berbicara lain. Pada Rabu (9/12), target yang digadang-gadang KPU itu, ternyata tidak tercapai.

Menanggapi hal ini, ketua KPU Kalsel Sarmudji mengungkapkan, ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih pada pilkada tahun ini. Mulai dari kondisi cuaca, hingga pandemi COVID-19.

“Kita perkirakan, tingkat partisipasi pemilih pilkada tahun ini, dapat mencapai diatas 60 persen. Walaupun tidak sesuai target secara umum, namun di beberapa daerah, tingkat partisipasi pemilih justru di atas angka 80 persen. Inilah yang kemudian, dapat sedikit mendongkrak tingkat partisipasi pemilih tahun ini, dibanding tahun 2015,” jelasnya.

Lebih lanjut Sarmudji memaparkan, banyak pemilih di daerah yang tidak hadir di TPS, dengan alasan bekerja.  Contohnya di kabupaten Tabalong, banyak orang lebih memilih menyadap karet, karena kondisi cuaca yang baik dan harga karet sedang tinggi-tingginya.

“Ada juga yang memilih pergi ke sawah, dan malas untuk melanjutkan ke TPS karena alasan lelah. Selain itu, alasan takut terhadap pandemi COVID-19, juga menjadi alasan lain yang membuat pemilih enggan ke TPS menyalurkan hak pilihnya,” tambahnya.

Meski tak memenuhi target tingkat partisipasi pemilih, namun Sarmudji memastikan, bahwa pilkada tahun ini berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak ada laporan pelanggaran yang masuk, baik dari aparat keamanan maupun dari satgas COVID 19 di Kalsel. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.