20 Juni 2021

Meski Terpangkas, Latsar BPSDMD Kalsel Terealisasi 100 Persen

3 min read

Kepala BPSDMD Kalsel, M. Nisfuani.

BANJARBARU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Latihan Dasar atau Latsar setiap tingkatan dan angkatan dilingkup pemerintah daerah pada tahun 2020.

PNS yang dilantik di gedung Idham Chalid Banjarbaru, sebelumnya telah mengikuti Latsar di BPSDMD Kalsel.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan Muhammad Nisfuani, mengaku bersyukur bahwa dimasa wabah virus Corona, pihaknya tidak menyangka telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan. Baik ditingkat provinsi, kabupaten hingga kota. Disamping itu pula, dukungan ini tidak lepas dari peran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, meski pandemi COVID-19, tahun 2020 beberapa diklat tetap dilaksanakan dengan baik dan lancar. Hal ini berkat dukungan Pemprov Kalsel juga,” ungkap Nisfuani, di ruang kerjanya, Kamis (17/12) siang.

Total keseluruhan Diklat, dia menjabarkan, ada 20 angkatan yang berhasil direalisasi oleh BPSDMD Kalimantan Selatan, dan seluruhnya tercapai. Bahkan, syarat pra jabatan dari seluruh peserta Latsar yang merupakan PNS sepenuhnya juga telah terpenuhi hingga mencapai 100 persen.

“Itu terhitung dari Januari hingga Maret 2020, kami berhasil mencatat ada 20 angkatan, baik dari golongan II dan III. Dengan demikian terpenuhi lah untuk persyaratan pra jabatan dalam melengkapi golongan di CPNS selanjutnya dan telah mencapai 100 persen,” paparnya.

Sedangkan Diklat Pelatihan Kepemimpinan Nasioanl (PKN) untuk eselon II, dirinya mengungkapkan, harus tertunda karena alokasi anggaran yang dimiliki harus mengalami recofusing. Terlebih lagi, Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang rencananya bakal digelar pun juga harus terpangkas.

“Diklat PKN untuk pejabat eselon II yang rencananya dialokasikan dengan kapasitas 60 orang terpaksa tidak bisa dilaksanakan. Demikian juga, PKA untuk eselon III yang semestinya berjumlah 200 orang dengan 5 angkatan juga batal diselenggarakan,” bebernya.

Kendati demikian, Nisfuani menuturkan, meski dua kegiatan yang merupakan program inti bagi eselon II dan III terkendala hingga batal dilaksanakan. Namun, kegiatan seperti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) ternyata berhasil terselengara melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh pihaknya.

“PKP ini untuk eselon IV. Walaupun targetnya sebanyak 240 orang, akan tetapi, Alhamdulillah kegiatan ini kami berhasil melaksanakannya, meski hanya 2 angkatan dengan jumlah 80 orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan, meskipun terpangkas sebesar 50 persen. Diakuinya setengah dari kegiatan Latsar sepenuhnya berhasil dilaksanakan.

Kabid Kompetensi Manajerial dan Funsional BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan.

“Yang mengikuti Latsar CPNS dari Januari-Maret mencapai 800 orang. setelah itu, meski terhenti karena COVID-19 dari Maret-Oktober lalu. Tetapi, Diklat PKP untuk eselon IV yang disambung pada November 2020 lalu kami berhasil tuntaskan dan penutupannya awal Desember tadi,” jelasnya.

Ia juga membeberkan, kendati menghadapi kondisi pandemi COVID-19. BPSDMD Kalimantan Selatan juga berhasil menggabungkan antara Diklat bergaya klasikal dan virtual, hal tersebut dalam rangka mendukung penuh program pencegahan penyebaran virus Corona.

“Akhir November 2020 tadi, BPSDMD Kalsel berhasil menggabungkan kolaborasi Latsar klasikal dan virtual, jadi ini dalam rangka pencegahan COVID-19,” ucapnya.

Kendati mengalami recofusing, Ahmad Bagiawan, menuturkan, kegiatan yang kini telah mencetak hampir puluhan lebih angkatan PNS berkualitas itu seluruhnya diikuti dan tidak mengalami kendala berat sedikit pun oleh pihaknya selama ini. Bahkan, 100 persen berhasil tercapai dengan angka sempurna.

“Kalau hanya pembangunan saja yang diutamakan, tetapi SDMnya tidak ditingkatkan belum dikatakan maksimal. Maka dari itu, salah satu berkembangnya zaman dan canggihnya tekhnologi itu karena Sumber Daya Manusianya yang unggul,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.