7 Mei 2021

2021, Tim Ahli Cagar Budaya Bakal Wajib Bersertipikat

1 min read

Kepala Balai Arkeologi Provinsi Kalimantan Selatan, Nur Alam, saat diwawancara awak media.

BANJARMASIN – Balai Arkeologi Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat koordinasi dengan tim ahli cagar budaya, pada Kamis (17/12) di salah satu hotel di Banjarmasin. Salah satu yang dibahas adalah sertipikasi tim ahli.

Menurut Kepala Balai Arkeologi Kalimantan Selatan Nur Alam, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, seorang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) harus memiliki sertifikat kompetensi untuk bisa memberikan rekomendasi penetapan, pemeringkatan, dan penghapus cagar budaya. Dengan demikian pihaknya menyambut baik rencana sertifikasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan pada tahun 2021 mendatang.

“Kalau tidak punya sertifikat, maka tidak dianggap sebagai tim ahli, karena menurut undang-undang yang berlaku Tim Ahli Cagar Budaya harus ada sertifikat,” katanya.

Nur Alam menambahkan, untuk menunjang kegiatan Tim Ahli Cagar Budaya, perlu dilakukan penguatan terhadap tim pendataan di Kalimantan Selatan, agar data yang disajikan oleh tim pendataan menjadi penunjang, sehingga kalau terjadi sidang dan ada kekurangan data itu pasti akan ditolak, dengan demikian peran tim pendataan untuk memberikan masukkan, dan tugas Tim Ahli Cagar Budaya bisa memberikan rekomendasi.

“Tim Ahli Cagar Budaya bersertifikasi dari pusat itu, disarankan agar tim pendataan Kalsel, yang sudah mendapatkan sertifikat, mampu bersinergi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam rapat koordinasi juga turut dihadiri Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Provinsi Kalimantan Selatan Arry Risfansyah, dan tim ahli cagar budaya dari 13 Kabupaten dan Kota. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.