4 Maret 2021

FKPT Kalsel Upayakan Kaum Hawa dan Anak Tidak Terpengaruh Menjadi Terorisme

2 min read

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahdi, saat menggelar diskusi.

BANJARMASIN – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan yang merupakan perpanjangan tangan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), menggelar ngobrol pintar bareng awak media, beberapa waktu lalu di Banjarmasin. Dalam obrolan tersebut diantaranya membahas peran kaum perempuan yang sangat besar, agar tidak terpengaruh dalam kegiatan aksi radikalisme yang akhirnya mengarah menjadi gerakan terorisme.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie membuka secara resmi ngobrol pintar, bersama Pengurus FKPT Kalsel.

Kabid Perempuan dan Anak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan, Mariatul Asyiah kepada wartawan pada Jumat malam (11/12) mengatakan, saat ini pihaknya memiliki program perempuan, sebagai agen perdamaian, dengan cara perempuan telah dilibatkan langsung dalam berbagai diskusi, kemudian penguatan literasi keagamaan, serta pondasi ekonomi.

“FKPT Kalsel khusus di Bidang Perempuan dan Anak, telah melakukan langkah-langkah pencegahan, dengan cara menjalin koordinasi melalui berbagai jaringan dan organisasi perempuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahdi menjelaskan, adanya terorisme di Indonesia, ternyata bukan hanya pemahaman yang salah, mengenai jihad, namun juga ada faktor lain diantaranya faktor sosial dan ekonomi. Beberapa kasus menjadi bukti terorisme sudah menyasar kaum perempuan dan anak-anak, seperti kasus bom Surabaya pada Desember 2018 yang lalu, telah melibatkan satu keluarga, yaitu ada ibu dan anaknya, hal ini disebabkan faktor ekonomi dan sosial, menjadi alasan melakukan untuk melakukan aksi terorisme tersebut.

“Gerakan terorisme merupakan kejahatan yang luar biasa, sehingga mulai sekarang bisa dicegah bersama sama,” ucapnya.

Lebih lanjut Aliansyah menyampaikan, dari 34 provinsi, baru terbentuk 32 provinsi. Namun langkah awal menyampaikan informasi, terkait bahaya terorisme baik di Ibukota, hingga ke semua pelosok daerah terutama di Kalimantan Selatan sudah pihaknya lakukan.

Suasana diskusi FKPT Kalsel bareng awak media.

“Kami selalu jalin komunikasi bersama Pemerintah Daerah, tokoh agama, kaum hawa, dan para tokoh masyarakat, serta media massa, karena peran mereka sangatlah besar, dalam menyampaikan informasi yang berimbang,” tutupnya. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.