15 Mei 2021

Meski Anggaran Terpangkas, BLK Kalsel Tetap Laksanakan Program Pelatihan

2 min read

Kepala BLK Kalsel, Suhirman.

BANJARBARU – Meski alokasi tahun anggaran 2021 kembali terpangkas sebesar 20 persen, Balai Latihan Kerja (BLK) Kalimantan Selatan yang berada di kota Banjarbaru akan tetap melanjutkan program pelatihan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kalimantan Selatan Suhirman mengatakan, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai lembaga pendidik keahlian khusus kepada pencari kerja atau pencaker di wilayah Kalimantan Selatan. Kendati anggaran sempat terpangkas hingga 51 persen, program pelatihan dengan model sistem kejuruan itu dipastikan tetap berjalan normal.

“Tahun 2020, BLK sempat mengalami recofusing (pemangkasan) bahkan hampir 51 persen, dan untuk 2021 kembali dipangkas sebesar 20 persen,” ujar Suhirman kepada Abdi Persada FM, di ruang kerjanya, Jumat (11/12) siang.

Ia menegaskan, untuk kegiatan pelatihan tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, seluruh kejuruan melalui sistem jalur vokasional atau pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian dengan terapan tertentu juga mulai aktif dilaksanakan pada 2021 mendatang.

“Kalau pelatihan dengan sistem vokasional bagi para pencaker dipastikan tidak ada kendala, bahkan seluruhnya jalan semua, sebut saja menjahit, otomotif, administrasi perkantoran serta Tekhnik Komputer Jaringan (TKJ) dan desain grafis,” tuturnya.

Selain telah mengalami pemangkasan 20 persen. Disebutkannya juga, walaupun pelatihan dengan ahlian khusus tetap menjadi prioritas oleh pihak BLK Kalimantan Selatan. Namun, pemenuhan serta renovasi sarana prasarana terpaksa harus tertunda di tahun 2021 mendatang. Mengingat, alokasi anggaran yang dimiliki juga terbatas.

“Perbaikan fisik yang harus direhab, mungkin harus ditunda dulu ditahun depan dikarenakan adanya recofusing tadi,” ungkapnya.

Pada 2021, diungkapkan Suhirman kembali, untuk peremajaan fasilitas seperti Komputer dan meja sebagai penunjang prasarana pendidikan dengan sistem vokasional tersebut, pihak BLK Kalsel juga akan tetap mengusulkan, tujuannya agar realisasi pemenuhan keahlian bagi pencaker bisa terus maksimal.

“Itu juga menjadi usulan kami dalam peremajaan alat sebagai prasaran standart bagi pencaker yang belajar di BLK Kalsel dan nanti coba kami koordinasikan dengan Kepala Disnakertrans Kalsel,” paparnya.

Untuk diketahui, total anggaran yang diusulkan BLK Kalimantan Selatan kepada Pemprov Kalsel dalam memenuhi standarisasi pendidikan keahlian khusus (vokasional) ini penggunaannya masih melalui APBD dengan total sekitar Rp200juta khusus pengadaan komputer bagi kejuruan TKJ dan Desain Grafis. Sedangkan, alokasi senilai Rp100 juta dikhususkan untuk fasilitas meja dan sarana lainnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.