6 Mei 2021

2020, BPPW Kalsel Berhasil Hibahkan Aset Bangunan ke Provinsi dan Kab/Kota

2 min read

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan, Dardjat Widjunarso.

BANJARBARU – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan berhasil menghibahkan sejumlah aset bagunan melalui penyelenggaraan pelaksanaan kegiatan pembangunan serta penataan kawasan permukiman di kabupaten/kota dengan alokasi anggaran mencapai Rp350 miliar pada periode Januari – Desember 2020.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan, Dardjat Widjunarso, mengatakan dari total anggaran yang mencapai ratusan miliar itu, selain berhasil dihibahkan ke kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah mendapatkan sejumlah aset bangunan, diantaranya, TPA Regional Banjarbarbakula, Sistem Pengembagan Air Minum (SPAM) Banjarbakula dan banguna ruang terbuka di wisata Kebun Raya Banua.

“Ada beberapa yang telah kami hibahkan ke Pemprov Kalsel dan kabupaten/kota. Salah satunya, TPA Banjarbakula, SPAM regional Banjarbakula dengan kapasitas 150 liter per detik dan pembangunan ruang terbuka di taman Kebun Raya Banua,” beber Dardjat, di ruang kerjanya, Kamis (10/12) siang.

Disamping Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) merupakan bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil menghibahkan sejumah bangunan ke tingkat provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan penyelenggaraan penataan kawasan permukiman pun seluruhnya juga telah terealisasi melalui alokasi anggaran yang tersedia.

“Program kegiatan Kotaku, penataan kawasan permukiman, kemudian penataan bangunan dan lingkungan itu semua sudah terselesaikan,” ungkapnya.

Dardjat menyampaikan, untuk total keseluruhan baik pembangunan hingga kegiatan yang berhasil terealisasi telah mencapai Rp350 miliar. Bahkan, rencana usulan alokasi anggaran hibah pada 2021 berjumlah Rp1,3 triliun, namun hal tersebut masih dalam lingkup diskusi bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Yang kami serahkan dari Januari hingga Desember 2020, total yang telah dikeluarkan sekitar Rp350 miliar. Pada 2021 mendatang, total yang kami masih didiskusikan dengan BPK RI hampir mencapai angka sebesar Rp1,3 trilun,” bebernya.

Kendati seluruhnya berhasil terealisasi di 2020, dia menyebut dengan total anggaran senilai Rp350 miliar masih belum seberapa. Mengingat, tugas lainnya pun masih banyak yang bakal kembali dikerjakan oleh pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan selaku unit pelaksana teknis ditingkat provinsi milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI).

“Meski demikian, tugas kami juga masih banyak dan hari ini, BPPW Kalsel sedang melaksanakan vidcon membahas terkait masalah serah terima aset dari pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten/kota di Kalsel,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.