6 Mei 2021

Lapas Banjarbaru Siap Sukseskan Pilkada 2020

2 min read

Logistik Pilkada Serentak 2020 tiba di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Senin (7/12).

BANJARBARU – Sebanyak 833 orang dari total 1.696 warga binaan di Lapas Banjarbaru IIB telah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di KPU Banjarbaru. Adapun sisanya dipastikan tidak masuk dalam DPT disebabkan tidak jelasnya identitas diri.

Diakui Kepala Lapas Banjarbaru IIB, Amico Balalembang, bahwa untuk memastikan hak mereka, pihaknya sudah melakukan pengusulan agar semua warga binaan dapat masuk dalam DPT.

“Kami sudah usulkan semua padahal, tetapi karena sesuatu hal ada elemen yang tidak bisa dipenuhi maka tidak bisa ditetapkan menjadi DPT,” ungkapnya, Senin (7/12).

Dari DPT sebanyak 833 orang ini kata Amico, 195 orang diantaranya berdomisili asli (KTP) Banjarbaru. Sementara sisanya ditetapkan berdasarkan hasil rapat pleno KPU sehingga masuk dan terdaftar berdomisili di Banjarbaru.

“Jadi warga Kalsel yang ada di sini (Lapas) termasuk hitungan untuk Banjarbaru. Dia bisa memilih Wali Kota dan Gubernur,” lanjutnya.

Dijelaskan Amico, sebagian dari mereka tidak memenuhi persyaratan sebagai DPT seperti identitas tidak jelas atau tidak terbaca. Selain itu, ada pula warga binaan baru yang tidak sempat dilakukan perekaman data.

“Sebagian bermasalah dengan NIK maupun nama orang tuanya. Sebab di sini banyak datang dari tempat lain atau titipan. Kalau melihat waktu, saya rasa tidak mungkin lagi,” ungkapnya lagi.

Terkait teknis Pemungutan Suara ada Pilkada 9 Desember 2020 nanti, pihak Lapas menyiapkan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun ini. Yakni TPS 004 dan 028.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS Khusus Lapas Banjarbaru, Herry Ageng

menjelaskan, ada perbedaan jika dibandingkan dengan sebelum masa pandemi, yakni adanya pembatasan untuk pemanggilan.

“Setiap warga binaan akan kita panggil 10 orang untuk masuk ke TPS secara bergantian. Dua TPS berada di lapangan tengah saling berhadapan,” sebutnya.

Adapun untuk pencegahan COVID-19, pihaknya sudah mempersiapkan dengan protokol yang ketat. Seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, sarung tangan, mencuci tangan, hingga pembatasan orang di masing-masing TPS. Petugas pun akan dilengkapi dengan alat pelindung diri.

Herry pun memastikan, KPU juga telah melakukan sosialisasi kepada warga binaan terkait tata cara pencoblosan dan latar belakang pasangan calon terpilih. Dia pun berharap, pilkada tahun ini berjalan dengan lancar.

“KPU sudah melaksanakan sosialisasi, kemudian di setiap blok juga kita tempel poster tentang tata cara pencoblosan,” sebutnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.