13 Mei 2021

Demi Amankan Logistik Pilkada, TNI/Polri Bersinergi di HST

2 min read

Suasana pengiriman logistik pilkada ke TPS terjauh di HST.

HULU SUNGAI TENGAH – Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan bersinergi dengan TNI Polri, melakukan pengamanan pendistribusian logistik pemilihan pilkada serentak 2020, ke desa terjauh.  Yaitu 3 TPS di desa Aing Bantai dan desa Juhu, pads Minggu (06/12).

Pendistribusian logistik pemilihan pilkada serentak 2020 ini, dilepas oleh Camat Batang Alai Timur Sahri, Danramil 1002-01/Birayang Kapten Inf Subhan, dan Kapolsek Birayang Ipda Erikson di halaman kantor kecamatan BAT.

Ketua PPK kecamatan BAT Muhammad Ihsan menyampaikan, bahwa terdapat 3 Tempat  Pemungutan  Suara (TPS) yaitu 1 ada di desa Juhu dan 2 ada di desa Aing Bantai, yang tersebar di wilayah  kecamatan Batang Alai Timur.

“Jumlah pemilih dari desa Juhu ada 42 orang, dan dari desa Aing Bantai (1) ada 72 orang, serta dari desa Aing Bantai (2) ada 127 orang,” tuturnya.

Sementara itu Kapolsek Birayang Ipda Erikson dalam kesempatan pelepasan logistik pilkada tersebut menyampaikan, bahwa TNI dan Polri siap mengamankan penyelanggaraan pemilu di daerah paling jauh di HST.

“Dan kita do’akan semoga rekan kita yang melaksanakan tugas diberikan kekuatan dan kesehatan hingga selesai pelaksanaan pemilihan pilkada serentak tahun 2020,” ucapnya.

Sedangkan Danramil 1002-01/Birayang Kapten Inf Subhan menyampaikan, bahwa kegiatan pengamanan logistik untuk TPS terluar ini adalah salah satu bukti bahwa sinergitas TNI-Polri tetap solid, kapan saja dan dimanapun berada.

“Medan yang terkadang landai kemudian disambut jalanan terjal dan mendaki serta menyebrangi sungai yang cukup lebar dan arus yang deras, tidak menyurutkan bagi tim pengamanan logistik  melaksanakan tugas pengabdian untuk negeri dalam menyuseksan pemilihan pilkada serentak 2020,” tegas Subhan.

Sedangkan di tempat terpisah, Kapolres AKBP Danang Widaryanto, S.I.K, melalui Ps. Paur Subbag Humas Aipda M. Husaini , S.E, M.M menjelaskan, bahwa perjalanan yang ditempuh kurang lebih 2 hari 1 malam untuk mencapai ke desa Juhu dimulai dari anak desa Hinas Kiri yaitu berjalan kaki menyusuri kaki gunung Meratus, berjalan satu hari penuh dengan medannya menanjak.  Sampai di tengah hutan istirahat di bawah tenda untuk menginap di tengah hutan Meratus.

Kemudian pagi – pagi sekali melanjutkan perjalanan dengan medan menuruni hutan gunung Meratus selama satu hari, dan sore harinya sampai di desa Juhu. Sedangkan perjalanan menuju desa Aing Banteng, menginap di desa Batu Perahu.

Untuk alat komunikasi yang digunakan, adalah pesawat telepon satelit yang dipinjam dari pemerintah kabupaten HST,  dan hanya digunakan seperlunya. (BIROHUMASPOLDAKALSEL-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.