17 Mei 2021

Kunjungi Pelaku UKM Sukses di Masa Pandemi, Ini Harapan Dinas Koperasi dan UKM Kalsel

3 min read

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan Gustafa Yandi, saat mengunjungi ke salah satu pengrajin kain sasirangan, Muhammad Rafii, di Kampung Sasirangan Sungai Jingah.

BANJARMASIN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, mengunjungi dua pelaku usaha yang mampu bertahan di masa pandemi COVID-19, di kota Banjarmasin dan kabupaten Banjat. Kunjungan ini juga sekaligus untuk mengetahui realisasi dana bantuan yang sudah diberikan pemerintah, baik dari Kementerian Koperasi UKM dan juga BPUM dari Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan Gustafa Yandi, kepada wartawan pada Jumat (4/12) mengatakan, kunjungan pertama dilakukan ke salah satu pengrajin kain sasirangan di Jalan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.  Pengrajin kain sasirangan bernama Muhammad Rafii, adalah  seorang pengusaha muda, yang merintis usaha sejak tahun 2017 dengan modal awal Rp 5.000.000. Kemudian pada  tahun 2019,  mendapat bantuan dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk wirausaha pemula sebesar 12 juta rupiah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan Gustafa Yandi, saat mengunjungi ke salah satu pedagang kuliner masakan khas Banjar, Isnaniah, di Jalan Mahligai Kabupaten Banjar.

“Selain dari Kementerian, Rafii juga telah mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat berupa BPUM tahun 2020 ini sebesar 2,4 juta rupiah. Karena itu kita ingin mengetahui sejauh mana realisasi penggunaan dana bantuan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, pengrajin kain sasirangan Muhammad Rafii mengakui, dana bantuan sebesar 12 juta rupiah itu, telah dimanfaatkan untuk menambah modal usahanya, dan sekarang ini telah mampu berkembang. Karena pemasaran produknya,  tidak hanya mengandalkan penjualan di wilayah kota Banjarmasin saja, namun sudah dijual hingga ke luar kota Banjarmasin.

“Saya sempat mengalami kesulitan dalam pemasaran di masa awal pandemi COVID-19. Namun setelah mendapat bantuan dari pemerintah pusat (BPUM) sebesar 2,4 juta rupiah, usaha saya mampu bangkit dan berkembang lagi. Terkait sistem penjualan yang saya terapkan, tidak hanya berbasis offline, namun juga memanfaatkan teknologi seperti media sosial,” ujarnya.

Pada hari yang sama, dinas koperasi dan UKM provinsi juga mengunjungi salah satu pedagang masakan khas Banjar di kawasan kabupaten  Banjar. Tujuannya untuk  mengetahui strategi dan langkah yang dipakai, sehingga mampu bertahan di masa pandemi COVID-19. Tujuan lainnya, juga untuk mengetahui realisasi dana bantuan langsung dari pemerintah pusat sebesar 2,4 juta rupiah.

“Dari hasil kunjungan kedua tempat ini, kedepannya dapat menjadi pembelajaran, bagi pelaku usaha dan pedagang kuliner lainnya, di 13 kabupaten kota. Ini menjadi penyemangat mereka untuk bangkit dalam usahanya meski pandemi COVID-19 belum melandai. Yakni dengan kreativitas dan sikap adaptif. Ini juga sesuai dengan motto UMKM, bahwa menyerah bukanlah pilihan,” katanya.

Menanggapi hal itu, pedagang masakan khas Banjar Isnaniah mengakui, selama masa pandemi, dirinya terpaksa harus mengurangi jumlah pembelian bahan baku, untuk menghemat pengeluaran. Jika pada keadaan biasa mampu membeli sekitar 10 kilogram ikan setiap harinya, namun saat pandemi, jumlahnya  dikurangi separuhnya. Isnaniah mengaku, sudah memulai usaha kuliner khas Banjar ini sejak 5 tahun lalu, dan bertahan hingga sekarang. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari pepes ikan patin, nila panggang, gangan (sayur berkuah) keladi, terong besantan hingga sayur bening.

“Bantuan presiden untuk usaha mikro sebesar 2,4 juta rupiah, saya gunakan membeli panci presto, untuk persiapan penjualan saat kondisi membaik nanti, setelah pandemi COVID-19 melandai,” harapnya.

Perlu diketahui, dari hasil kunjungan ini, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, menginginkan pengusaha lainnya juga mampu bertahan dan bangkit, apapun keadaannya. Bahwa setiap usaha harus dipertahankan, dalam memajukan perekonomian. (NHF/RIW-RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.