15 Mei 2021

DP3A Kalsel Gelar Sosialisasi Penanganan Perempuan dan Anak Dalam Situasi Darurat

2 min read

Suasana Kegiatan Sosialisasi Pelayanan dan Penanganan Perempuan dan Anak Dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus.

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Sosialisasi Pelayanan dan Penanganan Perempuan dan Anak Dalam Situasi Darurat (Bencana) dan Kondisi Khusus. Kegiatan itu dilaksanakan di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (02/12).

Suasana Kegiatan Sosialisasi Pelayanan dan Penanganan Perempuan dan Anak Dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus.

Kepala DP3A Kalsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Ahmad Riyadi menyampaikan bahwa kaum perempuan dan anak dalam situasi darurat bencana sangat rentan mendapatkan perlakuan yang tidak baik, misalnya tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual.

“Salah satu faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak adalah pengaturan dan penempatan hunian sementara. Seperti tenda, toilet dan kamar mandi serta fasilitas lainnya yang ada dipengungsian yang tidak representatif, ” katanya.

Selain itu, Riyadi menjelaskan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga bisa terjadi karena mekanisme distribusi bantuan yang tidak memperhatikan kelompok rentan, sistem sosial yang terganggu, keluarga yang terpisah dan lain-lain.

“Karena itu diperlukan pendekatan multi sektoral berbasis gender pada situasi bencana dan pasca bencana,” jelasnya.

Para peserta sosialisasi ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari SKPD tingkat provinsi maupun organisasi kemasyarakatan seperti Gatriwara, Dharma Wanita, Ikatan Pengusaha Wanita dan lain-lain. Diharapkan setelah kegiatan ini, mereka dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

“Karena penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus melibatkan peran serta masyarakat. Pemerintah tidak sanggup kalau bekerja sendiri. Untuk itu, kita harus bersama-sama berupaya melindungi perempuan dan anak dalam situasi darurat bencana maupun kondisi khusus,” lanjut Riyadi.

Sementara, salah satu peserta yang merupakan Pengurus Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) Provinsi Kalsel, Yuana Dewi menyambut baik kegiatan sosialisasi yang digelar oleh DP3A Kalsel tersebut.

Pengurus Gatriwara Kalsel, Yuana Dewi.

“Kegiatan ini sangat bagus terutama untuk masyarakat umum, dimana dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pengetahuan agar bisa melakukan pendekatan dan tindakan pertama secara tepat jika mereka menghadapi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Istri Anggota DPRD Kalsel Yani Helmi tersebut.

Yuana juga mengimbau agar masyarakat bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan kepada lembaga perlindungan perempuan dan anak jika terjadi pelecehan seksual di sekitarnya.

Bagi perempuan dan anak yang menjadi korban, Ia berharap orang-orang di sekitarnya dapat memberikan dukungan dan bantuan moral agar mereka dapat melewati hal tersebut dan kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.