15 Mei 2021

APBN 2021, Plt. Gubernur Kalsel Ingatkan Pesan Presiden RI

3 min read

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, usai penyerahan DIPA dan TKDD.

BANJARBARU – Plt Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan kembali mengingatkan pesan dan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, terkait penggunaan dana anggaran belanja dan pendapatan  negara (APBN) tahun 2021 yang berfokus pada empat hal, saat memberikan sambutan dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), tahun anggaran 2021 untuk Kalsel, di gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (1/12).

Penyerahan DIPA dan TKDD dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Empat hal ini diungkapkan Rudy Resnawan, yakni masih mempunyai hubungan erat dengan pandemi COVID-19 yang masih melanda saat ini.

“Empat hal ini adalah kesehatan, perlindungan sosial, program pemulihan ekonomi, serta membangun fondasi yang lebih kuat dengan melakukan reformasi struktural,” ungkapnya.

Secara rinci Rudy menyebut, penanganan kesehatan terkait masih dalam hal penanganan COVID-19 utamanya akan fokus kepada vaksinasi. Kemudian untuk perlindungan sosial terutama bagi kelompok kurang mampu dan rentan. Adapun program pemulihan ekonomi terutama dukungan terhadap UMKM dan dunia usaha.

Sedangkan membangun fondasi yang lebih kuat dengan melakukan reformasi struktural adalah hal yang berkaitan baik kesehatan pendidikan, perlindungan sosial dan bidang lainnya.

Penyerahan alokasi dana transfer ke daerah sendiri diserahkan Rudy Resnawan kepada Sekretaris Daerah Provinsi untuk dana transfer provinsi serta kepada para bupati dan walikota untuk dana transfer kabupaten/kota termasuk  alokasi dana desa.

Selain itu, pada tahun anggaran 2021 fokus belanja bidang prioritas Pemerintah yaitu kesehatan, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, infrastruktur, perlindungan sosial, pariwisata, ketahanan pangan, serta pertahanan keamanan.

Secara keseluruhan, alokasi anggaran TA 2021 yang diperuntukkan bagi Provinsi Kalimantan Selatan adalah sebesar 25.85 Trilyun Rupiah, yang terdiri dari anggaran DIPA Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar 9, 27 Trilyun Rupiah, serta anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)  sebesar 16, 58 Trilyun Rupiah.

Alokasi anggaran (K/L) sebesar 9, 27 Trilyun Rupiah tersebut diberikan untuk 41 (K/L) serta 549 satuan kerja yang tersebar di wilayah Kalsel. (K/L) penerima dana DIPA terbesar adalah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan total dana  sebesar 2,22 Trilyun Rupiah yang meliputi 17 satuan kerja.

Sedangkan dana TKDD Kalsel secara keseluruhan sebesar 16,58 Trilyun Rupiah dialokasikan untuk 14 daerah yang terdiri dari 1 provinsi dan 13 daerah kota/kabupaten. Dana TKDD tersebut terbagi ke dalam 2 jenis peruntukan yaitu Dana Transfer dan Dana Desa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Dedi Sopandi, menjelaskan Tahun 2020 adalah tahun yang sangat berat secara ekonomi karena telah menyebabkan merosotnya pertumbuhan ekonomi hampir di seluruh wilayah tanah air termasuk Kalimantan Selatan.

Oleh karena itu dengan telah ditetapkannya alokasi dana DIPA, K/L dan TKDD TA 2021 diharapkan semakin memperkuat fondasi ekonomi daerah Kalimantan Selatan melalui percepatan belanja yang efektif dan berkelanjutan.

“Sinergi antara seluruh komponen yang berada di wilayah Kalimantan Selatan sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, K/L dan Pemerintah Daerah harus saling bekerja sama sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing, untuk memastikan agar APBN tetap mampu mewujudkan masyarakat Kalimantan Selatan yang sejahtera, adil, dan Makmur,” harapnya.

Dalam cara penyerahan DIPA itu, Dedi Sopandi, mengingatkan agar serapan anggaran di tahun 2020 ini bisa segera tuntas sebab masih ada serapan kurang.

“Tahun 2020 kita masih menyisakan dana untuk direalisasikan karena sampai saat ini realisasi kita di kalsel masih 83 persen untuk kalsel. Mohon dalam waktu terisisa ini, bisa merealisasikan. Mudahan capaian  di 2019 sebesar 93 persen bisa kembali tercapai, atau malah lebih supaya pertumbuhan ekonomi cepat pulih,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.