10 Mei 2021

Disdikbud Kalsel Sukses Gelar Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi

2 min read

Salah satu mading 3 Dimensi.

BANJARMASIN – Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah kepada wartawan pada Minggu (29/11) mengatakan, pihaknya sukses lomba edukatif kultural museum mading 3 D, di halaman Museum Wasaka. Menurutnya lomba tidak dilaksanakan secara virtual, namun pihaknya tetap ketat menerapkan protokol kesehatan. Seperti sebelum masuk ke halaman, tersedia tempat mencuci tangan dengan sabun dan juga hand sanitizer. Selain itu baik peserta, dewan juri dan stafnya wajib memakai masker serta tidak berkerumun.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Provinsi Kalimantan Selatan Arry Risfansyah, saat memberikan komentarnya pada media massa.

Arry menyampaikan, lomba ini mengusung tema “Revolusi Fisik Kalsel” dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat (27/11) dibuka secara langsung Plt Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, dilanjutkan pemaparan narasumber sejarawan dan seniman, terhadap 130 peserta, terkait sejarah dan para pahlawan di Kalimantan Selatan, kemudian Sabtu (28/11) lomba dari hasil tema yang telah ditentukan, selanjutnya Minggu (29/11) penilaian lomba tersebut.

“Lomba ini untuk sementara hanya diikuti dua Kabupaten yaitu Batola dan Banjar, serta dua Kota yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, diikuti 26 sekolah, 1 sekolah diwakili lima orang, suksesnya acara ini akan dilanjutkan Tahun 2021 mendatang, dengan progres peserta dari 13 Kabupaten dan Kota,” ucapnya.

Sementara itu salah satu peserta, siswi dari SMAN Don Bosco Banjarmasin Elin mengatakan, dari presentasi lomba dirinya bersama tim yang berjumlah empat orang memaparkan tentang membuat mading tiga dimensi zaman dahulu, yaitu mengajak bagi yang melihat hasil karyanya, bahwa cerita masa lampau, sangatlah besar dan beratnya bagi para pahlawan dalam memperjuangkan Kalimantan Selatan, dengan demikian jasa para pahlawan jangan sampai dilupakan para regenerasi, peran pemuda pemudi sebagai estafet dalam kemajuan membangun bangsa.

Salah satu peserta, dari SMAN Banjarmasin Don Bosco, Elin didampingi timnya dan Guru.

“Dengan mading 3 dimensi, akan mengajak untuk lebih mengenal perjuangan para pahlawan di Kalsel,” ucapnya.

Terkait hal itu salah satu juri dalam lomba lomba edukatif kultural museum mading 3 dimensi Wajedi menyampaikan, untuk kriteria penilaian para juri yaitu kreativitas dan keunikan, isi kesesuaian dengan tema, tata bahasa, kebersihan kerapihan serta keindahan, terakhir presentasi dari perwakilan masing-masing kelompok.

“Lomba ini akan membuat para siswa dan siswi, kedepannya lebih mengenal museum dan sejarah perjuangan revolusi fisik di Kalsel, sangat bagus kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya.

Untuk diketahui, dari hasil lomba edukatif kultural museum mading 3 dimensi, berhasil meraih juara pertama SMAN 1 Mataraman dari Kabupaten Banjar dengan nilai 683, mendapatkan piala dan uang sebesar Rp5.000.000, kemudian juara kedua diraih SMAN Kanaan Banjarmasin dengan nilai 669, mendapatkan piala dan uang Rp4.000.000, dan juara tiga diraih SMKN 1 Marabahan dengan nilai 660, mendapatkan piala dan uang Rp3.000.000. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.