7 Mei 2021

Satgas Penanganan COVID-19 Gelar Pelatihan Relawan, Kalsel Jadi Daerah Ke-5

2 min read

(kiri ke kanan) plt Kalak BPBD Kalsel, Kadinkes Kalsel,  plt Gubernur Kalsel, Deputi Pencegahan BNPB, dan Subbidang Pelatihan Relawan Satgas Penanganan COVID 19 saat pembukaan pelatihan relawan di Banjarmasin Kamis (26/11).

BANJARMASIN – Terhitung sejak April 2020, Satgas Penanganan COVID-19 sudah melatih sebanyak 32.000 relawan diseluruh Indonesia, secara daring atau online. Jumlah ini belum ditambah dengan 10.000 relawan, yang ditargetkan dapat dilatih secara luring atau offline (tatap muka) pada November ini. Pelatihan relawan ini, diprioritaskan dilaksanakan di 7 provinsi Indonesia, termasuk provinsi Kalimantan Selatan. Khusus Kalimantan Selatan, ada 1.000 relawan yang dilatih oleh Satgas Penanganan COVID-19, sejak 26 November – 2 Desember 2020 di kota Banjarmasin.

“Mereka yang kami latih ini, merupakan bagian dari 32.000 relawan yang sudah kami latih secara daring atau online sejak April lalu. Mereka semua sudah siap untuk membantu Satgas Penanganan, untuk tugas edukasi mengubah perilaku masyarakat agar lebih taat pada protokol kesehatan. Seribu relawan di Kalsel ini, kami bagi dalam 5 hari pelatihan, dimana dalam sehari ada 200 orang yang kita berikan materi tentang kenapa protokol kesehatan harus dijalankan, dan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik kepada masyarakat,” jelas sub bidang pelatihan relawan satgas penanganan COVID-19, Prasetyo Nurharjanto kepada wartawan, usai pembukaan relawan di Banjarmasin pada Kamis (26/11).

Sementara itu dalam sambutannya, plt Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan mengucapkan terima kasih kepada satgas penanganan COVID-19, yang sudah memilih Bumi Pangeran Antasari ini, sebagai daerah ke-5 di Indonesia yang menggelar pelatihan relawan.

“Ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat benar-benar peduli terhadap penanganan COVID 19 di Kalsel. Tujuannya tidak lain, agar status risiko penularan di provinsi ini, dapat diturunkan hingga ke level zona hijau, dan kemudian menjadi contoh bagi daerah lainnya. Lebih lanjut saya berharap, setelah mendapatkan pelatihan ini, para relawan di Kalsel semakin aktif memberikan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat,” harap plt gubernur.

Sebanyak 1.000 relawan yang terlibat pada pelatihan selama 5 hari di Banjarmasin ini, berasal dari kota Banjarmasin, Banjarbaru dan kabupaten Barito Kuala. Mereka memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda, dengan usia bervariasi. Mulai dari ibu rumah tangga, anggota PMI hingga ASN lingkup pemerintah daerah di Kalsel. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.