15 Mei 2021

Pemkab Banjar Gelar Edukasi Pengembangan Pertanian Tanpa Bahan Bakar

2 min read

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banjar Muhammad Rusdi (kiri).

BANJAR – Untuk mengedukasi terkait pentingnya pengembangan pertanian di Wilayah Kalimantan Selatan terutama kabupaten Banjar, mengingat Ibu Kota Negara RI akan berpindah ke Kalimantan Timur (Kaltim) yang otomatis membuat Kalsel akan menjadi lumbung pangan nasional, sehingga pemerintah kabupaten Banjar, menggelar edukasi pengembangan pertanian tanpa bahan bakar, yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di kecamatan Gambut, Kamis (26/11).

Mewakili Bupati Banjar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banjar Muhammad Rusdi menyampaikan, tujuan diadakannya edukasi pengembangan pertanian tanpa bahan bakar adalah untuk mewujudkan gerakan nasional revolusi mental Indonesia mandiri di daerah ini.

“Semoga kegiatan ini dapat menjaga alternatif, solusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian, perkebunan, perikanan dan perternakan organik di Kabupaten Banjar yang tetap mengedepankan konsep daerah,” ungkap Rusdi.

Dilanjutkan Muhammad Rusdi, pihaknya mengharapkan kepada para peserta, agar dapat mengikuti kegiatan edukasi pengembangan pertanian tanpa bahan bakar dengan sebaik mungkin.

“Sehingga diharapkan para peserta mampu menambah pengetahuan melalui konsep pengembangan pertanian tanpa bahan bakar, dan dapat meningkatkan kapasitas dalam UMKM,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Banjar Eddy Hasbi menambahkan, dirinya mengharapkan, dengan diadakannya edukasi ini, maka dapat menambah wawasan para peserta, yang terdiri dari para gerakan kelompok tani (Gapoktan),dalam rangk merubah pertanian di Kabupaten Banjar ini dalam arti luas, dan pengembangan sektor pertanian agar lebih maju.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar Eddy Hasbi.

“Kabupaten Banjar mempunyai potensi pertanian yang luar biasa besarnya, dimana Pertanian tanaman pangan dan hortikultura, Perkebunan, Perternakan, dan Perikanan mempunyai potensi yang sangat luas,” ucap Eddy.

Dilanjutkan Eddy, Kabupaten Banjar merupakan Kindai Limpuar-nya Kalsel, dimana luasan tanah untuk sektor pertanian tanaman pangan sangatlah luar biasa.

“Khususnya padi, Daerah Kabupaten Banjar mempunyai Karakter Padi yang berbeda-beda disetiap Kecamatan, dimana ada yang bisa ditanami padi 2 kali, ada yang cuma 1 kali, sehingga masyarakat di daerah ini bisa bertahan hidup hanya dengan bertani,” ungkap Eddy.

Eddy mengharapkan, agar masyarakat Kabupaten Banjar  dapat mensikapi betapa suburnya tanah di daerah ini, sehingga dapat melihat kondisi dan potensi yang ada disini. (MRF/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.