6 Mei 2021

Milenial di Tangerang Dikenalkan Madihin

2 min read

BANJARMASIN – Generasi milenial di  Tangerang, Provinsi Banten diperkenalkan dengan budaya tradisional khas Kalimantan Selatan, Madihin. Diharapkan mereka dapat turut mempromosikan pelestarian kesenian khas Banjar ini.  Proses sosialisasi ini dilakukan dalam kegiatan “Diseminasi Pemaparan Hasil Riset Ristek Dikti Tahun 2020 Berjudul Komunikasi Madihin Sebagai Media Komunikasi Masyarakat di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan”.

Ketua Tim Riset, Marhaeni Fajar Kurniawati menjelaskan penelitian tentang Madihin sebagai media komunikasi masyarakat di Kabupaten Barito Kuala ini, dilakukan oleh para akademisi di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin.

“Para akademisi Uniska Banjarmasin yang terlibat adalah Muhammad Zainul dan Muhammad Aini, selaku anggota tim. Usai penelitian, hasilnya dipaparkan kepada para siswa SMKN 7 Tangerang, Provinsi Banten, pada 23 November 2020  dan SMAN 1 Tabukan Barito Kuala Kalimantan Selatan pada 24 November 2020 lalu,” jelasnya.

Pelibatan generasi milenial di Tangerang dan di Barito Kuala ini sendiri bukan tanpa alasan. Menurut Marhaeni, lokasi kegiatan sosialisasi hasil riset tentang Madihin, yang dilakukan di SMKN 7 Tangerang dan SMAN 1 Tabukan Barito Kuala Kalimanatn Selatan ini, dikarenakan kedua sekolah tersebut merupakan sekolah favorit, dan merupakan sekolah percontohan di Tangerang dan di Barito Kuala Kalimantan Selatan .

“Hal ini tentu saja, mengingat generasi milenial sangat perlu diperkenalkan budaya Indonesia yang memiliki beraneka ragam, agar tidak punah. Sehingga generasi milenial juga lebih mencintai budaya Indonesia daripada budaya luar. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengenal budaya yang berasal dari daerah lain, dan meneruskannya kepada generasi milenial lain, yang ada di sekitar mereka,” jelasnya lagi.

Karena generasi milenial menurut Marhaeni, akrab dengan media social.

“Kami tim riset Madihin berharap agar para siswa SMKN 7 Tangerang dan SMAN 1 Tabukan itu mengisi konten media sosial mereka dengan hal positif seperti pelestarian budaya Madihin dari Kalimantan Selatan. Sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk membuat konten media sosial yang berpotensi menyebabkan perpecahan di masyarakat,” harapnya.

Kegiatan diseminasi pemaparan hasil riset ristek dikti tahun 2020 berjudul ‘Komunikasi Madihin Sebagai Media Komunikasi Masyarakat di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan’ ini dibuka oleh Rosmawaty Pandjaitan dan rombongan disambut oleh Dewi Sri. Paparan tentang hasil riset dilakukan oleh Ketua Tim Riset Marhaeni Fajar Kurniawati, yang didampingi salah satu mahasiswa Pasca Sarjana Magister Ilmu Komunikasi  Uniska Banjarmasin, Syahroni. Dalam paparan itu para siswa SMKN 7 Tangerang, Banten juga menyaksikan permainan kesenian Madihin secara virtual. (RILIS-RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.