NewsProvinsi Kalsel

Pengadaan Tiga SMK, Disdikbud Kalsel Usulkan Melalui APBN 2021

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan telah mengusulkan pengadaan tiga bangunan SMK baru untuk Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tanah Laut (Tala) yang bersumber melalui APBN Kemendikbud RI.

Kepala Bidang Pembina SMK Disdikbud Kalsel, Syamsuri mengatakan, tiga Kabupaten yang diusulkan akan mendapatkan sarana fasilitas pendidikan untuk tingkat keahlian seperti SMK itu, tinggal menunggu hasil proses dan langkah selanjutnya.

“Pembangunan SMK di tiga wilayah di kabupaten, Pemprov Kalsel usulkan melalui APBN,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Jumat (20/11) siang.

Terkait lahan, Ia menyebut, ketiga Kabupaten yang kini menginginkan adanya sekolah tingkat kejuruan itu, setidaknya telah menyelesaikan beberapa proses, salah satunya telah berhasil mendapatkan pelimpahan lahan untuk bangunan.

“Alhamdulillah, kalau untuk lahan tidak ada masalah karena ketiga Kabupaten baik masyarakat ataupun Pemda setempat telah melimpahkan (hibah) sepenuhnya untuk dibangunkannya SMK di daerah itu,” bebernya.

Dipaparkan Syamsuri, bahwa untuk SMK yang dipastikan bakal mendapat keahlian khusus itu, Kabupaten Tapin ternyata menghendaki adanya jurusan kesehatan, sedangkan HSU berharap sektor pertanian dapat menjadi salah satu daftar kejuruan bagi anak-anak mereka yang bermukim di wilayah tersebut.

“Tapin, mengajukan adanya Kesehatan dan HSU lebih ke pertanian. Dimana usulan tersebut dihendaki oleh pemda setempat dan diproses nantinya untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Untuk realisasi, dirinya mengungkapkan, masih harus diproses pada 2021 mendatang. Meski harus menggunakan alokasi APBN Kemendikbud RI, khusus implementasinya terlebih dahulu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menyelesaikan administrasi pemberkasan lahan, sehingga saat eksekusinya dapat berjalan lancar tanpa kendala.

“Untuk realisasinya pemberkasan lahan harus selesai dulu. Baru nanti bisa melaksanakan pembangunan SMK di tiga wilayah tersebut, meskipun telah berhasil dihibahkan oleh masyarakat di HSU dan Pemda Tapin serta Tala. Oleh sebab itu, beberapa sisa lainnya juga harus dituntaskan terlebih dahulu,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat