NewsProvinsi Kalsel

Debat Pilgub Kedua Berlangsung Lancar dan Santai

BANJARMASIN – Jelang hari pemilihan pada 9 Desember 2020 mendatang, dua paslon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan terus menggencarkan kampanye, demi menjaring suara menuju pucuk pimpinan tertinggi di provinsi ini. Salah satu sarana yang dipakai untuk mensosialisasikan visi dan misi para calon kepala daerah ini, adalah melalui debat. Hingga Rabu malam (18/11), setidaknya sudah 2 kali, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mengikuti debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi. Yakni pada 4 November 2020, khusus untuk para calon gubernur, dan debat kedua pada Rabu malam (18/11) yang melibatkan para calon wakil gubernur.

Tidak berbeda dengan debat pertama, debat kedua yang mengangkat tema pendidikan,  ekonomi, sosial, kebudayaan dan keagamaan ini juga dibagi dalam 6 segmen. Bedanya, pada debat kedua yang menghadirkan calon wakil gubernur nomor urut 01, Muhiddin dan nomor urut 02, Difriadi tersebut berlangsung lebih santai. Ini tidak lain, karena pembawaan salah satu calon wakil gubernur, yang sering memberikan jawaban unik dan mengundang gelak tawa para pendukung yang hadir langsung di tempat acara, maupun masyarakat yang melihat melalui layar televisi serta media sosial milik KPU provinsi.

Usai debat pada Rabu malam (18/11), ketua KPU Kalimantan Selatan Sarmudji mengungkapkan, bahwa sejauh ini acara debat pertama dan kedua berlangsung lancar. Sedangkan untuk evaluasi, diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai, karena KPU tidak dapat menilai kegiatan dimana mereka adalah penyelenggaranya.

“Kita akui, tadi sempat ada kesalahan teknis. Dimana timer pengingat waktu bagi peserta untuk memberikan jawaban atau menanggapi, mengalami kerusakan. Namun dengan sigap, para teknisi langsung memperbaikinya, dan timer ini kembali bekerja seperti semula. Insiden ini akan menjadi pembelajaran bagi kami kedepannya, khususnya untuk debat ketiga nanti, yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2020,” papar Sarmudji.

Sementara itu, terkait penggantian moderator, Sarmudji mengatakan, bahwa pihaknya memberi kesempatan kepada SDM cerdas di Kalimantan Selatan, untuk dilibatkan pada debat sebagai moderator.

“Debat pertama kita meminta dari unsur akademisi untuk menjadi moderator. Sedangkan pada debat kedua ini, kita melibatkan jurnalis sebagai moderator. Kita lihat nanti untuk debat ketiga, siapa yang akan menjadi moderator. Yang jelas, provinsi ini memiliki banyak SDM unggul yang dapat kami berdayakan sebagai moderator,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat