7 Mei 2021

Porang Dinilai Sangat Produktif di Kalsel

2 min read

Para petani tanaman porang Desa Kiram.

BANJAR – Porang merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung, kosmetik, dan penjernih air. Sehingga banyak para petani, yang membudidayakan tanaman ini, salah satunya adalah Kalsel, dimana Iklim tropis di wilayah ini menjadi keuntungan bagi tumbuhan porang, untuk berkembang biak.

Umbi Porang.

Hal inilah yang diutarakan, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB DTPH) Provinsi Kalsel, Muhammad Ikhsan belum lama tadi.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB DTPH) Provinsi Kalsel, Muhammad Ikhsan.

Disampaikan Ikhsan, tanaman Porang, merupakan salah satu tanamam yang sangat produktif, di wilayah Kalimantan Selatan. Karena dapat hidup subur di daerah yang beriklim tropis.

“Daerah kabupaten Banjar, dan Tanah Laut, menjadi daerah dengan tingkat tertinggi, dalam produksi porang liar, sehingga di dua daerah ini, banyak masyarakat, yang membudidayakan porang liar,” ungkap Ikhsan.

Ikhsan menambahkan, banyak petani di  desa Kiram dan Mandi Angin Kabupaten Banjar, yang turut serta membudidayakan tanaman Porang, mengingat harga jual umbi tanaman ini, bernilai tinggi.

“Dibawah naungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel, bersama Asosiasi Petani Porang Indonesia (ASPI) Kalsel, pihaknya akan terus berusaha, dalam memaksimalkan penjualan Porang di wilayah Kalsel, agar dapat ke tingkat Nasional,” lanjut Ikhsan.

Meskipun memiliki nilai jual tinggi, Ikhsan mengakui, tanaman porang memiliki kelemahan, yakni memiliki waktu yang sangat lama untuk dipanen.

“Tanaman porang merupakan salah satu tanaman, dengan masa pertumbuhan yang sangat lama, dimana umbi porang yang sudah berumur 1 tahun, hanya sebesar bola pimpong, sehingga tanaman Porang, tidak bisa dijadikan sebagai tanaman budidaya utama, dan harus diselingi dengan tanaman lainnya, agar para petani porang dapat bertahan hidup,” lanjut Ikhsan.

Sementara itu, salah satu Petani Porang, di Desa Kiram Kabupaten Banjar Latif Fahrin menyampaikan, untuk mensiasati lambatnya pertumbuhan umbi Porang, dirinya bersama dengan teman-teman petani lainnya, selalu berburu Porang liar di hutan Kiram dan Mandi Angin.

“Kami berburu Porang liar, dan kami tanam kembali porang liar ini, dikarenakan tanaman Porang akan beranak pinak sama halnya dengan tanaman pisang, sehingga kami dapat memperbanyak porang,” ungkap Latif.

Ditambahkan Latif, meskipun umbi Porang dihargai dengan harga yang fantastis, namun dirinya bersama teman-teman petani lainnya, tidak pernah menjual umbi Porang liar.

“Kalau Porang liar lebih baik dikembangbiakkan, karena kalau dijual maka akan dapat mengurangi jumlah tanaman porang yang ada di Daerah sini (Kiram dan Mandi Angin), dan hal ini juga dapat untuk melestarikan tanaman porang agar tidak musnah dan habis,” tutup Latif.

Latif mengakui, dirinya bersama teman-teman baru mengetahui kalau tanaman porang mempunyai manfaat yang banyak, dikarenakan waktu dahulu, dirinya menilai tanaman Porang hanyalah tumbuhan liar yang tidak dapat dimanfaatkan. (MRF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.