3 Maret 2021

Pemprov Kalsel Gandeng Petani Kiram Kembangkan Beras Merah Keramat

2 min read

Kepala BPSB TPH Prov. Kalsel, Muhammad Ikhsan.

BANJAR – Melihat potensi beras merah keramat khas Desa Peramasan, Kabupaten Banjar dinilai cukup menjanjikan. Bahkan, secara finansial memiliki tingkat ekonomi tinggi. Maka, tanaman ini pun kembali akan dibudidayakan oleh Pemerintah.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan, Muhammad Ikhsan mengatakan, meski sifatnya hanya mengadopsi bukan menggandakan produk asli dari Desa Peramasan. Namun, secara perekonomian masyarakat hal ini sangat positif bagi kesejahteraan petani.

“Kebetulan semangat petani di Desa Tabuk ini luar biasa, dan lahannya juga bersedia dipinjam pakai untuk ditanami beras merah Keramat khas Desa Peramasan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, usai melaksanakan kegiatan pemantauan lahan bersama petani di desa Kiram, Selasa (17/11).

Bersama dengan petani Desa Kiram, dirinya menuturkan, tanaman pangan dengan nama ilmiah Oryza Nivara yang bernilai ekonomi itu, ternyata hanya ada disatu desa saja yaitu Paramasan.

“Beras merah Keramat ini hanya ada satu-satunya di kabupaten Banjar, Desa Peramasan, dibawah pimpinan pak Suhardi yang bergerak di BUMDes,” tuturnya.

Ia menyebutkan, melalui mengajuan ke lingkup Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), selain mengadopsi perbandingannya pula akan menjadi catatan deskripsi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai fasilitator petani di wilayah tersebut.

“Nanti kita bandingkan lagi dengan deskripsi ke lingkup Kementerian vesri Paramasan dengan yang akan ditanam di kawasan lahan Desa Kiram ini, dan sifatnya hanya tidak menggandakan hak patennya dari desa tersebut,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, bahwa program yang akan dilaksanakan itu dibantu dengan para petani di desa Kiram, semata-mata hanya ingin mengetahui perkembangan dari tanaman pangan tersebut. Sehingga, dapat disimpulkan apakah beras merah Keramat Peramasan bisa ditanam di kawasan berair.

“Kalau di Peramasan murni pegunungan, kalau disini daerah terasering (lahan lereng berair). Maka dari itu, kita akan coba taman ini dan semoga berhasil,” imbuhnya.

Dengan adanya program tersebut diharapkan mampu membantu tingkat kesejahteraan dan perekonomian warga di sekitar khususnya petani. Oleh sebab itu, selain tiga jenis beras yang berhasil memberikan dampak positif, yaitu Siam, Ciherang dan IR. Beras merah Keramat dapat menjadi penopang kebutuhan secara finansial bagi masyarakat.

“Kita harapkan dengan adanya semangat mereka (petani) di sini, ekonomi melalui sektor pertanian pun terus tumbuh,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.