7 Mei 2021

Plt. Gubernur Kalsel Sampaikan Hebatnya SP4N LAPOR Kalsel

2 min read

Plt Gubernur Kalsel saat memberikan paparan tentang SP4N LAPOR Kalsel.

BANJARBARU – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan secara langsung menyampaikan mengenai perjalanan, keberhasilan serta rencana Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) Kalsel, di Command Center Setdaprov Kalsel, Jum’at (13/11).

Pemaparan ini disampaikan kepada para dewan juri dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, Politisi, Tenaga Ahli serta dari pers. Sebagai bagian dari seleksi lanjutan kompetisi pelayanan publik 2020 yang akan memperebutkan gelar Outstanding Achievement (prestasi luar biasa).

Mengawali paparannya, Rudy menyampaikan bahwa SP4N LAPOR di Kalsel dikenal juga dengan LAPORPAMAN. Yang sudah terhubung sejak 2017. Kemudian 2018 pada saat mengikuti kompetisi pelayanan publik sudah berhasil masuk top 25.

“Kemudian 2019 kami kembali mengikuti kompetisi yang sama dan berhasil membawa pulang piala Anggakara Birawa TOP 10 dan harapannya di tahun ini kami bisa mendapatkan penghargaan Outstanding Achivement Tahun 2020,” ungkapnya.

Wakil Gubernur dua periode ini menjabarkan perjalanan ditahun pertama dan kedua SP4N LAPOR Kalsel. Yakni pelaksanaan MoU (Memorandum of Understanding) antara Diskominfo Kalsel dengan Ombudsman perwakilan Kalsel terkait peningkatan pengawasan pelayanan publik melalui aplikasi SP4N LAPOR.

“Pertengahan 2018 Kalsel bekerjasama dengan Kota Banjarmasin ditunjuk Pilot Project oleh Kemenpan-RB pada pelaksanaan Gerakan Sadar LAPOR! dengan tagline “Berani LAPOR!” yang digagas melalui kegiatan jalan santai di Car Free Day, Senam Zumba bersama, peluncuran resmi aplikasi LAPOR kepada masyarakat dan diakhiri dengan talkshow dengan menghadirkan narasumber dari Kemenpan-RB, Pemprov Kalsel dan Walikota Banjarmasin,” rincinya.

Rudy juga menyampaikan, pada 2019 SP4N LAPOR Kalsel kembali membuat gebrakan dengan menginisiasi Penandatangan Komitmen bersama yang diikuti oleh seluruh pimpinan SKPD dan eksekutif Provinsi Kalsel yang disaksikan oleh Menteri PAN-RB, Bapak Syafruddin.

Sebagai bentuk inovasi dikatakan Rudy, di tahun ini pihaknya melakukan pengembangan sistem penyampaian pengaduan melalui QR Code.

“Dengan QR Code ini, aduan masyarakat dapat langsung melalui Dashboard LAPOR Kalsel tanpa harus melalui Dashboard Nasional. Sehingga tindak lanjut aduan menjadi lebih cepat,” bebernya.

Dalam paparan yang juga dihadiri oleh Pj. Sekdaprov Kalsel, Kepala Diskominfo Kalsel, serta pejabat lainnya ini dijelaskan, ada beberapa aduan yang kemudian menjadi kebijakan Pemprov Kalsel seperti perbaikan dan pelebaran jembatan penghubung Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin. Kemudian juga ada aduan terkait pelaksanaan swab massal.

“Aduan terkait permintaan kuota untuk pendidikan, langsung ditindaklanjuti dengan pemberian ratusan ribu kartu perdana gratis untuk pelajar SMA dan SMK di Kalsel,” ungkapnya.

Lebih lanjut untuk 2021, pihaknya kembali berencana melakukan beberapa hal terkait peningkatan pengelolaan Pengaduan. Seperti Penandatangan Komitmen Kepala Daerah se-Kalsel tentang Keberlanjutan Pengelolaan SP4N-LAPOR. Kemudian LAPOR Susur Sungai sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat yang berada di pesisir sungai. Serta Rakor SP4N-LAPOR se-Kalsel.

Seperti Diketahui dalam evaluasi lanjutan ini, Kalsel berkompetisi dengan lima peserta lainnya yaitu BPOM, Kabupaten Bojonegoro, Kota Bandung, Kota Banjarmasin, dan Kota Semarang. Yang mana akan mengeluarkan hasil dua pemenang Outstanding Achievement. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.