BanjarbaruNewsProvinsi Kalsel

Kebun Raya Banua Akan Miliki Verietas Unggul Durian Malutu

BANJARBARU – Kawasan wisata Kebun Raya Banua sebentar lagi bakal memiliki tanaman endemik baru yang kini sulit dijumpai di sejumlah wilayah di Kalimantan. Dimana, varietas unggul durian Malutu khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bakal ditanam untuk pertama kalinya di lokasi rekreasi buatan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami akan bekerjasama dengan pihak UPTD Kebun Raya Banua sebagai langkah sinerginitas. Bahkan, ada tanaman endemik yaitu durian Malutu khas HSS yang rencananya akan ditanam di kawasan wisata tersebut, apabila mendapat persetujuan dari pihak pengelola,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan, Muhammad Subhan, di ruang kerjanya, Kamis (10/9).

Menurutnya, kawasan wisata yang memiliki nilai potensi besar terhadap edukasi dan konservasi tersebut mampu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai jenis varietas unggul tanaman pangan.

“Nanti, kami akan melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada pihak pengelola UPTD Kebun Raya Banua agar bibit pohon durian Malutu ini bisa ditanam di kawasannya. Bahkan, varietas bibit itu satu-satunya apabila dikelola dan ditanam di taman khusus untuk jenis buah-buahan,” paparnya.

Selain dipastikan akan memberikan varietas bibit pohon durian Malutu ke Kebun Raya Banua, Ia juga menyebutkan bahwa tanaman endemik seperti anggrek yang nantinya terlebih dahulu akan dikembangkan dan selanjutkan secara sah pengelolaannya akan dilakukan oleh UPTD Kebun Raya Banua.

“Selajutnya, ada beberapa varian yang nanti bisa dikembangkan di lahan wisata Kebun Raya Banua. Namun, apabila tidak ada halangan secara simbolis akan diadakan kegiatan penyerahan kepada pihak Kebun Raya Banua,” ungkapnya.

Disamping itu, UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan dengan perencanaan berfokus pada tanaman hias dan bibit unggul, dirinya berharap dapat meningkatkan tarap perekonomian disector konsep wisata edukasi dan konservasi dengan dibantu oleh sejumlah pihak untuk pengembangannya.

“Yang pasti kami berharap, dengan adanya program ini untuk UPTD Kebun Raya Banua, bisa lebih berkembang dengan sejumlah varietas tanaman baru di lokasi wisata tersebut. Yang mana, pencanangannya itu masuk di 2021 mendatang dan semoga bisa terealisasi,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat